Bangganya Pelajar Sekolah Indonesia Kibarkan Merah Putih di Myanmar

- Merah Putih dikibarkan di Yangon dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
- Tujuh siswa Sekolah Indonesia Yangon menjalankan tugas pengibaran bendera sebagai Paskibra.
- Dua staf KBRI Yangon menerima tanda jasa pengabdian dari Presiden RI dalam rangkaian upacara.
Jakarta, IDN Times - Sang Merah Putih berkibar di Yangon, Myanmar, dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti keluarga besar KBRI Yangon, WNI dan diaspora Indonesia di Myanmar, pelajar, serta Friends of Indonesia.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Yangon Novan Ivanhoe Saleh bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Kolonel Marinir Budi Cahyono, M.Tr.Opsla. dipercaya sebagai komandan upacara.
1. Pelajar SIY bertugas sebagai Paskibra

Siswa Sekolah Indonesia Yangon kibarkan Merah Putih saat upacara Hari Kemerdekaan RI di Myanmar. (Dok. KBRI Yangon) Tujuh pelajar SIY dipercaya menjalankan tugas dalam pengibaran bendera Merah Putih. Mereka yakni Li Ming Zhen, Muhammad Riffath Raghadan Cahyonoputra, Muhammad Riyash Rasyad Cahyono Putra, Callysta Nur Azizah Putri, Kezia Uli Rogantina Putri Purba, Trisha Patricia, dan Segara Putra Fathi.
Keterlibatan para pelajar tersebut menjadi bagian penting dalam menumbuhkan nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Tanah Air di kalangan generasi muda Indonesia yang berada di luar negeri.
Bagi para pelajar Indonesia di Myanmar, keterlibatan dalam upacara kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan semangat kebangsaan sekaligus memperingati perjuangan para pendahulu bangsa.
2. Dua staf KBRI Yangon dapat tanda jasa

Para pelajar Sekolah Indonesia Yangon ikut ambil bagian dalam upacara Hari Kemerdekaan RI di Myanmar. (Dok. KBRI Yangon) Rangkaian upacara juga diisi dengan penganugerahan tanda jasa pengabdian dari Presiden RI kepada dua staf KBRI Yangon, yakni Parjono dan Mulyanto Sastrowiranu. Parjono menerima penghargaan atas pengabdian selama 30 tahun, sedangkan Mulyanto Sastrowiranu mendapat tanda jasa atas pengabdian selama 20 tahun.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara atas pengabdian, kesetiaan, dan dedikasi keduanya dalam menjalankan tugas selama bertahun-tahun.
Penganugerahan tanda jasa itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan untuk menghargai kontribusi aparatur negara yang menjalankan tugas Indonesia di luar negeri.
3. Perkuat persatuan WNI di Myanmar

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Yangon Novan Saleh pimpin upacara Hari Kemerdekaan RI di Myanmar. (dok. KBRI Yangon) Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di KBRI Yangon tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia di Myanmar.
Kehadiran Friends of Indonesia turut memberikan warna dalam perayaan tersebut sekaligus mencerminkan hubungan persahabatan yang terjalin antara masyarakat Indonesia dan Myanmar.
KBRI Yangon menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan WNI dan diaspora Indonesia sekaligus memperkenalkan semangat kebangsaan Indonesia kepada masyarakat setempat.
Berkibarnya Merah Putih di Yangon menegaskan bahwa semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan kepada Indonesia tetap hidup di mana pun masyarakat Indonesia berada.
Semangat tersebut diharapkan menjadi energi bagi WNI dan diaspora Indonesia untuk terus berkontribusi bagi Tanah Air sekaligus mempererat persahabatan Indonesia-Myanmar.



















