Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kericuhan Pesta Juara PSG di Prancis, 780 Orang Ditangkap
Ilustrasi kericuhan (unsplash.com/Pawel Janiak)
  • Sebanyak 780 orang ditangkap usai perayaan juara PSG di berbagai kota Prancis, dengan 480 penangkapan terjadi di Paris akibat kerusuhan dan perusakan fasilitas umum.
  • Satu pemuda tewas dalam kecelakaan lalu lintas dan lebih dari 200 warga terluka, sementara Presiden Emmanuel Macron mengecam tindakan kekerasan yang mencoreng semangat olahraga.
  • Pemerintah Prancis mengerahkan 22 ribu polisi untuk mengamankan perayaan lanjutan di Champ de Mars, memastikan acara berlangsung tertib dengan kehadiran puluhan ribu pendukung PSG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Prancis menahan 780 orang setelah perayaan gelar juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) berujung pada gangguan ketertiban umum di sejumlah wilayah.

Insiden ini bermula ketika ribuan pendukung berkumpul di jalan-jalan utama pada Sabtu (30/5/2026) malam untuk merayakan kemenangan PSG atas Arsenal dalam laga final yang digelar di Budapest, Hungaria.

Selain penangkapan massal, peristiwa tersebut juga mengakibatkan ratusan orang terluka dan satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di tengah keramaian. Guna mencegah gangguan keamanan susulan, pemerintah setempat langsung memperketat penjagaan dan menambah personel kepolisian pada acara perayaan resmi yang digelar keesokan harinya.

1. Ratusan orang ditangkap di Paris dan belasan kota lainnya

ilustrasi PSG (unsplash.com/Moahad Saqib)

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menjelaskan bahwa dari total 780 orang yang ditahan, sebanyak 480 orang di antaranya ditangkap di wilayah Paris. Sisanya, aksi perusakan fasilitas umum dan pelanggaran ketertiban juga terjadi di sekitar 15 kota lain di Prancis.

"Situasi saat ini sebagian besar sudah bisa dikendalikan," kata Laurent Nuñez, dilansir New York Post.

Dalam upaya penertiban tersebut, sebanyak 57 petugas keamanan dilaporkan mengalami luka ringan.

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Paris mencatat 306 orang resmi masuk dalam penahanan kepolisian, termasuk 81 anak di bawah umur. Mereka diduga melakukan pelanggaran hukum seperti merusak fasilitas publik, pencurian, hingga menyerang petugas keamanan.

2. Satu orang meninggal dunia dan ratusan warga luka-luka

ilustrasi PSG (unsplash.com/Aleksandr Galichkin)

Kantor Kejaksaan Paris mengonfirmasi seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Korban kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan dari beton di jalur keluar jalan lingkar Paris saat kondisi jalanan sedang padat setelah perayaan.

Di luar insiden kecelakaan tersebut, sebanyak 219 warga dilaporkan terluka di seluruh Prancis, dengan delapan orang di antaranya mengalami luka berat. Pihak kepolisian juga menyoroti tindakan berbahaya sejumlah oknum yang mengarahkan kembang api langsung ke arah petugas di lapangan.

"Saya tidak ingin kita membiarkan hal seperti ini terus terjadi, karena ini bukan bagian dari sepak bola, bukan nilai olahraga, dan bukan sesuatu yang kita cintai," tegas Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

3. Polisi perketat keamanan untuk acara perayaan lanjutan

ilustrasi PSG (pexels.com/TBD Traveller)

Untuk mengantisipasi kericuhan susulan, sebanyak 22 ribu personel kepolisian dikerahkan di seluruh penjuru Prancis guna mengamankan acara perayaan lanjutan, pada Minggu (31/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi dari kejadian serupa yang pernah terjadi saat PSG menjuarai kompetisi yang sama pada tahun 2025 lalu.

Acara perayaan resmi yang berpusat di Champ de Mars, dekat Menara Eiffel, akhirnya berlangsung dengan pengamanan ketat. Sekitar 100 ribu pendukung hadir dengan tertib untuk menyambut para pemain, pelatih Luis Enrique, kapten tim Marquinhos, serta Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

"Mari kita rayakan dengan tenang malam ini dan tolong jaga kota kita karena itu sangat penting," ujar Nasser Al-Khelaifi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article