Jakarta, IDN Times - Latihan militer gabungan Keris Woomera 2026 antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) melibatkan tiga matra TNI. Perluasan ini menjadi salah satu perbedaan utama dibandingkan latihan perdana pada 2024 yang berfokus pada kerja sama angkatan laut dan marinir.
Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI), Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, mengatakan latihan tahun ini dikembangkan dengan skala yang lebih besar. Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 2.000 personel dari kedua negara serta berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 2.000 personel dari kedua negara serta berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Perlu diketahui bahwa Keris Woomera tahun ini merupakan latihan militer kedua negara, antara TNI dengan Australian Defence Force. Dulu, dua tahun lalu, latihan ini di tingkat angkatan laut dengan angkatan lautnya Australia, khususnya marinir,” kata Naudi dalam konferensi pers penutupan Keris Woomera 2026, di Baluran, Situbondo, Selasa (20/10/2026).
Keris Woomera berlangsung pada 12–20 Oktober 2026. Latihan ini menjadi sarana bagi kedua militer untuk meningkatkan kemampuan bekerja bersama, memperkuat hubungan antarpersonel, serta mengembangkan kesiapan menghadapi berbagai situasi keamanan.
