Gerindra Ungkap Capaian 2 Tahun Prabowo: Ekonomi Tumbuh-Rakyat Sejahtera

Kamrussamad menyebut pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 mencapai 5,45 persen, sementara kemiskinan dan pengangguran juga diklaim menurun.
Realisasi investasi hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun dan mendukung penyerapan 2,19 juta tenaga kerja.
Pemerintah masih menghadapi tantangan Karhutla, distribusi BBM, nilai tukar rupiah, dan IHSG di tengah berbagai capaian nasional.
Jakarta, IDN Times — Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad membeberkan sejumlah capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun memimpin Indonesia.
Menurut Kamrussamad, berbagai indikator pembangunan menunjukkan kemajuan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, investasi, hingga pelaksanaan sejumlah program strategis nasional.
"Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai indikator pembangunan menunjukkan kemajuan signifikan, baik dalam pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan rakyat, pelaksanaan program strategis nasional, maupun penguatan stabilitas nasional," kata Kamrussamad kepada awak media di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia merangkum capaian tersebut dalam sembilan poin. Salah satunya terkait pertumbuhan ekonomi yang disebut semakin kuat.
1. Pertumbuhan ekonomi capai 5,45 persen

Ilustrasi uang rupiah dan dampak ekonomi. (IDN Times/Putra Bali Mula) Kamrussamad mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2026 mencapai 5,45 persen. Angka tersebut diklaim menjadi yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga disebut termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Dari sisi kesejahteraan, tingkat kemiskinan juga diklaim terus mengalami penurunan. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan tercatat 8,07 persen.
"Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen, tertinggi dalam 13 tahun terakhir dan termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20 dan ASEAN," ujarnya.
"Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga mencapai 8,07 persen pada Maret 2026, mencatatkan angka terendah sepanjang sejarah pencatatan statistik kemiskinan nasional," sambung Kamrussamad.
Ia juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) disebut turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Angka tersebut diklaim menjadi level terendah dalam 32 tahun terakhir.
2. Investasi Rp1.539 triliun dan program strategis

Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama) Kamrussamad menyebut kinerja investasi juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga kuartal III-2026, realisasi investasi mencapai Rp1.539,2 triliun atau meningkat 7,3 persen secara tahunan. Realisasi tersebut juga disebut mampu menyerap 2,19 juta tenaga kerja Indonesia.
"Realisasi investasi hingga triwulan III-2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, meningkat 7,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 2,19 juta orang," katanya.
Di sisi lain, sejumlah program strategis pemerintah juga terus berjalan. Hingga September 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut telah menjangkau 57 juta penerima manfaat.
Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga telah mencapai 26.569 unit. Sementara pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencakup 1.090 lokasi. Adapun Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 lokasi dengan jumlah siswa lebih dari 44 ribu orang.
3. Defisit APBN terkendali, BUMN cetak laba

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan (BPMI Setpres/Kris) Kamrussamad mengatakan, pengelolaan keuangan negara juga tetap dilakukan secara prudent, kredibel, dan berkelanjutan.
Defisit APBN hingga September 2026 berada pada level 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara rasio utang pemerintah terhadap PDB per Juni 2026 tercatat sebesar 41,26 persen. Menurutnya, kedua indikator tersebut masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.
Kamrussamad turut menyoroti transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut, laba bersih BUMN pada 2025 mencapai sekitar Rp325 triliun, meningkat 75 persen dibandingkan 2024. Pada 2026, laba BUMN diproyeksikan mencapai Rp360 triliun atau tumbuh sekitar 10,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain capaian ekonomi, stabilitas nasional juga disebut tetap terjaga. Kamrussamad menilai kehidupan berbangsa dan bernegara berlangsung relatif harmonis, aman, dan damai.
Hal itu, kata dia, didukung upaya pemerintah menjaga stabilitas politik, memperkuat sinergi pusat dan daerah, mendorong reformasi hukum, serta meningkatkan kapasitas pertahanan dan keamanan negara.
Meski demikian, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan. Kamrussamad menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kelancaran distribusi BBM, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian pemerintah.
"Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari proses transformasi nasional yang terus dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Kamrussamad.
Di tengah dinamika dan tantangan global, pemerintah disebut tetap berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh rakyat Indonesia.






















