Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kim Jong Un Puji Uji Coba Senjata Baru Korut, Bisa Jangkau Seoul!
Ilustrasi peluncuran rudal. (unsplash.com/Forest Katsch)
  • Kim Jong Un memimpin langsung uji coba artileri dan rudal terbaru Korut yang kini berorientasi ofensif, dengan kemampuan menjangkau wilayah Seoul melalui peningkatan jangkauan hingga 90 km.
  • Langkah agresif Pyongyang muncul setelah pertemuan Presiden Korsel Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump, memperburuk hubungan antar-Korea yang sudah tegang sejak akhir 2023.
  • Uji coba bertepatan dengan peringatan Perang Korea ke-76, sementara militer Korsel mendeteksi sekitar 10 tembakan roket tanpa mengeluarkan pernyataan resmi terkait aktivitas militer Korut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, mengawasi langsung uji coba sejumlah sistem artileri dan rudal taktis terbaru yang telah ditingkatkan. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan pada Jumat (26/6/2026) bahwa uji coba ini ditunjukkan untuk memperkuat postur ofensif yang mematikan terhadap Korea Selatan (Korsel).

Uji coba yang berlangsung pada 25 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari modernisasi kekuatan artileri dan rudal Korut. Kim Jong Un menegaskan bahwa kebijakan pertahanan negaranya kini bergeser dari sekadar defensif, menjadi ofensif dan destruktif agar tidak ada musuh yang berani menantang.

"Membuat musuh merasakan kegelisahan dan ketakutan terus-menerus adalah aspek penting dari upaya pencegahan perang. Kami akan membuat musuh menyadari bahwa sarana serangan jarak jauh angkatan bersenjata kami telah diganti dengan yang lebih canggih dalam waktu sesingkat mungkin," ujar Kim, dilansir Korea Herald.

1. Peningkatan jangkauan senjata hingga ke Seoul

Ilustrasi peluncuran rudal. (unsplash.com/Maciej Ruminkiewicz)

Berdasarkan laporan KCNA, uji coba tersebut melibatkan tiga sistem persenjataan utama yang kini berfokus pada peningkatan daya hancur di sepanjang perbatasan selatan. Ketiga senjata militer tersebut, yakni:

Sistem Peluncur Roket Multi-Laras 240mm

Memiliki 24 tabung dengan sistem panduan presisi otonom. Jangkauan tembaknya kini diperluas hingga 90 km, jarak yang cukup untuk menjangkau sebagian wilayah metropolitan Seoul dari dekat perbatasan antar Korea.

Meriam-Howitzer Swa-Gerak 155mm

Menggunakan peluru jarak jauh dengan jangkauan 65 km, yang juga mampu mengancam ibu kota Korsel.

Hulu Ledak untuk Rudal Balistik Taktis

Hulu ledak yang diuji dirancang khusus untuk menyerang dan menghancurkan infrastrukstur vital musuh. Ini termasuk lapangan udara, pelabuhan, dan fasilitas pembangkit listrik.

2. Tantangan geopolitik yang dapat memicu ketegangan regional

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. (x.com/대한민국 대통령실)

The Straits Times melaporkan, langkah agresif Pyongyang ini menyusul pertemuan Presiden Korsel Lee Jae Myung dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di sela-sela KTT G7 di Prancis. Saat itu, kedua pemimpin membahas situasi keamanan di Semenanjung Korea.

Setelah tiba di Korsel, Lee mengatakan Trump telah memberitahunya bahwa sudah waktunya untuk kembali memberikan perhatian serius pada isu Pyongyang.

Hubungan kedua Korea sendiri terus memburuk sejak akhir 2023. Saat itu, Korut secara resmi mendeklarasikan Korsel sebagai musuh utama dan menolak opsi rekonsiliasi.

3. Respons Korea Selatan atas peluncuran uji coba rudal Korut

Bendera Korea Selatan. (Unsplash.com/Stephanie Nakagawa)

Uji coba Korut tersebut bertepatan dengan peringatan 76 tahun pecahnya Perang Korea (1950-1953), yang dinilai merupakan langkah sengaja untuk memamerkan kekuatan militer Pyongyang kepada Seoul.

Sementara itu, militer Korsel tidak mengeluarkan pemberitahuan apapun kepada pers tentang uji coba terbaru Korut. Pejabat Kepala Staf Gabungan (JCS) mengonfirmasi bahwa militer mendeteksi sekitar 10 tembakan yang dilepaskan dari peluncur roket multi-laras pada Kamis. Seoul menilai uji coba tersebut melibatkan sistem artileri roket ganda, bukan uji coba rudal balistik jarak pendek.

Korut masih berada di bawah sanksi PBB yang melarang pengembangan senjata nuklir dan teknologi rudal balistik. Namun, Pyongyang terus meningkatkan kemampuan militernya dan telah menyatakan akan memperkuat persenjataan nuklir, serta membangun kapal perang yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article