Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Heroik Jordan Salinas Melawan Pelaku Penembakan Massal Idaho
ilustrasi senjata api (pexels.com/https://kaboompics.com/)
  • Penembakan massal terjadi di restoran In-N-Out, Twin Falls, Idaho, pada Sabtu 1 Agustus 2026, saat pengunjung panik berhamburan setelah pelaku melepaskan tembakan.
  • Jordan Salinas, tenaga kesehatan berusia 35 tahun, mengambil pistol berizin dari mobilnya setelah menyadari situasi penembakan, didorong pengalaman menyaksikan insiden serupa di Boise pada 2021.
  • Salinas bersama polisi patroli yang sedang tidak bertugas membalas tembakan dan memojokkan Chad Williams, hingga pelaku mundur lalu mengakhiri hidupnya; polisi menyebut aksi itu menyelamatkan banyak nyawa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Situasi makan siang di sebuah restoran cepat saji In-N-Out di Twin Falls, Idaho, berubah menjadi mimpi buruk saat seorang pria tiba-tiba melepaskan tembakan membabi buta pada Sabtu (1/8/2026). Di tengah kepanikan warga yang berhamburan menyelamatkan diri, seorang pemuda bernama Jordan Salinas justru melakukan tindakan tidak terduga dengan berlari mendekati bahaya.

Pria berusia 35 tahun tersebut tidak gentar ketika mendengar suara letusan senjata api yang memekakkan telinga. Alih-alih melarikan diri bersama kekasihnya, ia mengambil pistol semiotomatis miliknya dari bagasi mobil untuk menghentikan aksi brutal pelaku demi melindungi puluhan nyawa yang terancam di lokasi kejadian.

1. Bermula dari kepulan asap yang ternyata tembakan

ilustrasi restoran (pexels.com/Cihan Yüce)

Jordan Salinas sedang menikmati akhir pekan bersama kekasihnya setelah berkuda pada Sabtu siang itu. Mereka kemudian memutuskan untuk singgah di restoran In-N-Out Burger di wilayah Twin Falls untuk makan siang. Ketika kendaraannya memasuki area parkir, ia melihat kerumunan orang berlarian keluar dari pintu restoran dengan ekspresi sangat panik.

Awalnya, Salinas mengira kepanikan tersebut disebabkan oleh kebakaran di area dapur restoran. Namun, dugaan itu seketika sirna begitu suara letusan senjata api mulai terdengar berulang kali dengan sangat keras. Dilansir CBS News, situasi di tempat kejadian langsung berubah menjadi sangat kacau dalam hitungan detik saja.

2. Berbekal latihan senjata setelah trauma masa lalu

ilustrasi senjata api (pixabay.com/Piotr Zakrzewski)

Keputusan berani Salinas untuk tidak melarikan diri melainkan melawan pelaku tidak muncul secara instan begitu saja. Pria yang bekerja sebagai tenaga kesehatan ini rupanya memiliki trauma mendalam terkait peristiwa penembakan massal masa lalu di Idaho. Ia menyaksikan insiden mengerikan di sebuah pusat perbelanjaan di Boise pada tahun 2021 yang merenggut korban jiwa.

Sejak peristiwa kelam itu, Salinas memutuskan untuk berlatih menggunakan senjata api secara serius demi melindungi diri dan keluarganya. Pria yang juga menjadi pengasuh penuh waktu bagi saudaranya yang menggunakan kursi roda ini selalu membawa senjata api berizin di mobilnya. Dilansir The Guardian, ia segera bergegas menuju bagasi mobil untuk mengambil pistol semiotomatis miliknya begitu menyadari adanya bahaya nyata.

3. Konfrontasi sengit demi meredam amukan pelaku

ilustrasi polisi (pexels.com/Kindel Media)

Dengan pistol di tangan, Salinas langsung berlari menuju arah datangnya suara tembakan tanpa memikirkan keselamatannya sendiri. Ia berhadapan dengan pelaku penembakan bernama Chad Williams yang saat itu sedang mengacungkan senjatanya secara acak. Bersama seorang polisi patroli Idaho yang kebetulan sedang tidak bertugas, Salinas langsung membalas tembakan untuk memojokkan pelaku.

Kehadiran Salinas dan polisi tersebut berhasil memecah konsentrasi pelaku sehingga tidak bisa menyerang korban lain di dalam restoran. Baku tembak yang sengit itu memaksa Williams untuk mundur dari lokasi kejadian sebelum akhirnya ia mengakhiri hidupnya sendiri. Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa aksi cepat Salinas telah menyelamatkan banyak nyawa dari ancaman kematian.

Aksi berani Jordan Salinas menjadi bukti nyata bahwa kesiapan dan keberanian warga sipil bisa menjadi benteng pertahanan terakhir di tengah situasi darurat yang tidak terduga. Meskipun peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi para korban, dedikasi Salinas dalam menghentikan penembak massal tersebut akan selalu dikenang sebagai tindakan kepahlawanan sejati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article