Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella mengumumkan penerjunan 1.200 tentara dan polisi, beserta teknologi anti-drone ke perbatasan Venezuela pada Kamis (5/11/2026). Penerjunan militer untuk meningkatkan pengamanan usai serangkaian insiden kekerasan di Cucuta.
Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) sudah mengirimkan 300 personel militer ke Kolombia untuk ikut dalam latihan militer gabungan. Ratusan tentara AS itu akan ditempatkan di pangkalan militer Tolemaida yang berlokasi 100 km dari ibu kota Bogota.