Kopilot Serang Pilot Flydubai, Netanyahu: Ada Indoktrinasi Radikal

Benjamin Netanyahu menyebut kopilot Flydubai mengalami indoktrinasi radikal setelah diduga menyerang pilot dan berupaya membuat pesawat jatuh.
Pesawat kehilangan ketinggian secara drastis sebelum mendarat darurat di Arab Saudi, sementara para penumpang disebut membantu mengatasi situasi di kokpit.
UEA membuka penyelidikan, sedangkan kapten Smit Machchhar dan para penumpang dipuji karena mencegah kemungkinan jatuhnya pesawat.
Jakarta, IDN Times — Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, kopilot pesawat Flydubai yang diduga menyerang pilot dan berupaya membuat pesawat jatuh telah mengalami indoktrinasi radikal.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada Kamis (1/10/2026), sehari setelah pesawat Flydubai yang membawa mayoritas penumpang asal Israel mengalami keadaan darurat dalam penerbangan menuju Israel. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi.
Para penumpang disebut sempat menyerbu kokpit setelah pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian secara drastis. Berdasarkan data Flightradar24, pesawat kehilangan sekitar 17 ribu kaki atau lebih dari 5.000 meter dalam waktu sekitar 1 menit.
Netanyahu mengatakan, kopilot yang diduga menjadi pelaku saat ini sedang diperiksa. Ia juga mengungkapkan bahwa kopilot tersebut sempat meneriakkan permintaan agar dirinya dibunuh ketika berada di dalam kokpit.
1. Kopilot disebut ingin jatuhkan pesawat

potret pesawat Flydubai (pexels.com/Shaahy) “Dia mengalami indoktrinasi radikal,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan program televisi Fox & Friends, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (2/10/2026).
Netanyahu mengatakan, kopilot tersebut juga berteriak kepada awak pesawat, “Bunuh saya, bunuh saya". Menurut Netanyahu, ucapan tersebut menunjukkan bahwa kopilot berada dalam kondisi ingin mengakhiri hidupnya.
“Penyerang itu, dia berteriak kepada awak pesawat, ‘Bunuh saya, bunuh saya’, sehingga jelas bahwa dia ingin bunuh diri,” ujar Netanyahu.
Kapten pesawat, Smit Machchhar, warga negara India, disebut berhasil mengatasi serangan tersebut bersama para penumpang. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi sebelum para penumpang diterbangkan kembali ke Israel.
2. UEA selidiki dugaan aksi teror

bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Alicja Ziajowska) Kejaksaan UEA pada Kamis menyatakan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Salah satu kemungkinan yang diperiksa adalah adanya aktivitas atau motif terorisme.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga mengatakan kopilot tersebut telah diserahkan dari Arab Saudi kepada UEA pada Kamis pagi. Ia dibawa oleh tim keamanan UEA setelah penyelidikan awal menunjukkan dirinya menyerang kapten pesawat.
Pemerintah Israel sebelumnya menyebut insiden tersebut sebagai upaya serangan teroris. Namun, dalam wawancara sebelumnya dengan CBS News, Netanyahu belum menutup kemungkinan bahwa persoalan kesehatan mental dapat menjadi faktor dalam kejadian tersebut.
Netanyahu kemudian mengatakan kepada Fox News bahwa insiden tersebut berpotensi menimbulkan bencana seperti serangan 11 September 2001.
Ia juga mengatakan, UEA akan memimpin penyelidikan, sementara Israel akan ikut terlibat dalam proses tersebut. Netanyahu menyebut kopilot merupakan warga negara Oman dan mempertanyakan bagaimana dirinya bisa bekerja dalam penerbangan menuju Israel.
3. Pilot dan penumpang dipuji sebagai pahlawan

ilustrasi pesawat Flydubai (unsplash.com/Sevcan Alkan) Netanyahu memuji kapten pesawat Smit Machchhar dan para penumpang karena berhasil mencegah kemungkinan jatuhnya pesawat. Ia secara khusus menyebut keberanian Machchhar dalam menghadapi serangan tersebut.
“Kita memiliki aturan yang mengatakan bahwa Anda tidak dapat memiliki pilot dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Jelas, dia bisa melewati aturan itu. Bagaimana kita memastikan kita menyaring para pilot terlebih dahulu?” kata Netanyahu.
Ia juga mengatakan, pilot yang kemudian menjemput para penumpang dari Arab Saudi telah menjalani pemeriksaan latar belakang.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyebut, insiden tersebut sebagai serangan jihadis. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz juga menyebutnya sebagai upaya serangan teror jihadis.
Sementara itu, maskapai Flydubai mengatakan seluruh penumpang dalam penerbangan tersebut selamat. Dari total 174 penumpang, 166 di antaranya dilaporkan merupakan warga negara Israel, berdasarkan laporan media.
“Selama penerbangan, ketika mereka mendekati negara tersebut, salah satu pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya mencoba menjatuhkan pesawat dengan semua orang di dalamnya,” kata Netanyahu dalam pesan video.
Machchhar dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut. Duta Besar India untuk UEA kemudian bertemu dengannya, dengan Kedutaan Besar India menyatakan kondisi sang pilot baik dan sedang dalam pemulihan.
Perdana Menteri India Narendra Modi juga memuji Machchhar sebagai “PAHLAWAN” dan mengatakan keberaniannya membantu menyelamatkan nyawa para penumpang.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















