Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menyetujui penjualan paket persenjataan senilai 292 juta dolar AS (Rp5,2 triliun) kepada Korea Selatan. Keputusan ini langsung menuai penolakan keras dari otoritas Korea Utara.
Pyongyang menilai pasokan militer tersebut berpotensi mengancam stabilitas keamanan di Semenanjung Korea. Merespons kerja sama pertahanan AS dan Korea Selatan itu, Korea Utara memperingatkan adanya eskalasi ketegangan di kawasan perbatasan.
