The Emergency Lawyers menjelaskan, serangan SAF di Desa Garra al-Zawaya terjadi pada pukul 13.00 siang waktu setempat. Saat serangan terjadi, para warga sedang berkumpul di bawah pohon yang ada di dekat gedung pengadilan untuk mengadili kasus perselisihan lokal yang terjadi di desa mereka. Serangan itu membuat gedung pengadilan rusak parah.
Militer Sudan Serang Gedung Pengadilan di Darfur, 35 Orang Tewas

- SAF menyerang gedung pengadilan di Garra al-Zawaya, Darfur Utara, dengan drone saat warga menggelar sidang perselisihan lokal; sedikitnya 32 orang tewas dan bangunan rusak parah.
- Serangan tersebut dilaporkan menargetkan RSF yang menguasai desa, tetapi warga sipil ikut terdampak. Korban mencakup empat kepala suku dan dua komandan RSF.
- Perang saudara SAF-RSF sejak April 2023 terus memicu serangan di Darfur dan Kordofan, termasuk drone intens di El-Obeid yang menewaskan puluhan warga sipil.
Jakarta, IDN Times - Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dilaporkan menyerang gedung pengadilan yang ada di Desa Garra al-Zawaya, Darfur utara, menggunakan drone pada Minggu (2/8/2026). Organisasi non-profit hak asasi manusia (HAM), The Emergency Lawyers, melaporkan, serangan itu telah menewaskan 32 orang dan melukai beberapa lainnya.
1. Serangan ditujukan kepada RSF

The Emergency Lawyers menambahkan, serangan pada Minggu merupakan upaya SAF untuk melawan Rapid Support Force (RSF). Sebab, Desa Garra al-Zawaya saat ini sedang dikuasai milisi pemberontak tersebut. Serangan tersebut sebetulnya ditujukan kepada RSF. Sayangnya, warga sipil yang tinggal di Desa Garra al-Zawaya juga ikut terdampak. Seorang saksi mengatakan, korban tewas termasuk 4 kepala suku dan 2 petinggi RSF.
"Sidang pengadilan diadakan di bawah pohon dengan partisipasi para pemimpin komunitas setempat. Mereka yang tewas termasuk empat pemimpin suku dan dua komandan RSF,” kata seorang saksi anonim dari Desa Garra al-Zawaya kepada AFP, seperti dikutip Al Jazeera.
2. Perang saudara antara SAF dan RSF masih berlangsung

Hingga saat ini, perang saudara di Sudan yang terjadi antara SAF dan RSF masih berlangsung. Sebab, SAF dan RSF masih kerap melakukan aksi saling serang di Darfur dan Kordofan. Serangan yang terjadi antara kedua angkatan bersenjata tersebut juga berdampak pada warga sipil Sudan yang tinggal di kedua negara bagian tersebut.
Dilansir The New Arab, El-Obeid, salah satu kota yang ada di Kordofan, telah dihantam serangan drone yang sangat intens selama beberapa pekan terakhir. Drone-drone tersebut berasal dari aksi saling serang antara SAF dan RSF. Serangan ini dikabarkan telah menewaskan puluhan warga Sudan yang tinggal di El-Obeid.
3. Perang antara SAF dan RSF sudah berlangsung sejak 2023

Dilansir Council on Foreign Relation (CFR), perang saudara di Sudan sudah berlangsung sejak April 2023. Peristiwa ini pertama kali pecah di Darfur karena perebutan kekuasaan antara SAF dan RSF. Saat itu, SAF mendesak RSF untuk bergabung dengan mereka agar menjadi kekuatan militer yang utuh. Namun, RSF menolak dan bersikukuh ingin mengambil alih kekuasaan di Sudan.
Perang saudara ini akhirnya menjadi konflik yang berkepanjangan dan mengkhawatirkan di seluruh negeri. Sebab, RSF jadi kerap melakukan serangan brutal kepada warga-warga Sudan yang dianggap pro-pemerintah secara membabi buta, terutama yang tinggal di Darfur. Selain itu, RSF juga kerap memperkosa, merampas, dan menghancurkan rumah-rumah mereka.




















