Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cabang olahraga taekwondo dipertandingkan pada Olimpiade Paris 2024. (x.com/The Olympic Games)
  • Korea Utara berpeluang mendapat pengakuan UNESCO untuk taekwondo setelah badan evaluasi merekomendasikan nominasi yang diajukan Pyongyang secara mandiri pada Maret 2024.
  • Komite UNESCO akan membahas penetapan pada 30 November–5 Desember 2026 di Xiamen, China; rekomendasi evaluasi umumnya menjadi acuan kuat keputusan akhir.
  • Korea Selatan dikritik terlambat dalam diplomasi budaya, tetapi menegaskan pencatatan Korut tidak memberi hak eksklusif dan tetap melanjutkan pengajuan nasionalnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Korea Utara (Korut) berpeluang lebih dahulu memperoleh pengakuan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) atas taekwondo. Peluang tersebut muncul setelah badan evaluasi organisasi tersebut merekomendasikan seni bela diri itu masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda pada Kamis (5/11/2026).

Perkembangan ini memicu sorotan di Korea Selatan (Korsel). Pemerintah Korsel dinilai terlambat memperjuangkan pengakuan internasional bagi salah satu seni bela diri yang memiliki akar sejarah di Semenanjung Korea.

1. Korut ajukan nominasi secara mandiri

Ilustrasi bendera Korea Utara. (unsplash.com/Micha Brändli)

Dilansir NHK News, Korut mengajukan nominasi taekwondo kepada UNESCO pada Maret 2024 dengan judul 'Taekwon-Do, Seni Bela Diri Tradisional di Republik Demokratik Rakyat Korea'.

Sebelumnya, kedua negara sempat membahas kemungkinan pencalonan bersama pada 2018. Namun, memburuknya hubungan bilateral membuat rencana tersebut tidak terealisasi, sehingga Pyongyang memilih melanjutkan proses secara mandiri.

Korsel kemudian mengajukan nominasi terpisah pada akhir Maret 2026, meskipun sebelumnya sempat mempertimbangkan kerja sama dengan Korut. Langkah tersebut ditempuh setelah Seoul menyadari pentingnya memperjuangkan pengakuan internasional melalui jalur UNESCO.

2. Rekomendasi UNESCO picu kekhawatiran di Seoul

Potret kota Seoul di Korea Selatan. (pexels.com/Gije Cho)

KBS World melaporkan, komite dijadwalkan membahas penetapan tersebut dalam sidang ke-21 pada 30 November-5 Desember 2026 di Xiamen, China.

Komite UNESCO menetapkan status nominasi berdasarkan hasil evaluasi para ahli warisan budaya takbenda dan perwakilan organisasi nonpemerintah. Badan evaluasi dapat merekomendasikan nominasi untuk dicantumkan, dikaji kembali guna memperoleh informasi tambahan, atau ditolak. Rekomendasi tersebut umumnya menjadi acuan kuat bagi komite dalam mengambil keputusan akhir dan jarang dibatalkan, dikutip dari Korea Herald.

Rencana pencatatan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa Pyongyang dapat memanfaatkan pengakuan internasional untuk memperkuat posisinya dalam narasi sejarah taekwondo. Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa sejumlah pihak di Korsel menilai pencatatan tersebut berpotensi memengaruhi posisi Seoul dalam diplomasi budaya terkait seni bela diri itu.

3. Korsel dikritik atas keterlambatan diplomasi budaya

Potret seni bela diri taekwondo. (pexels.com/Eden FC)

Surat kabar JoongAng Ilbo mengkritik pemerintah Korsel karena dinilai tertinggal dalam diplomasi budaya olahraga nasionalnya sendiri akibat lambatnya langkah antisipasi. Padahal, Seoul telah berperan dalam memperkenalkan seni bela diri tersebut kepada dunia.

Menanggapi kekhawatiran itu, Layanan Warisan Korea menegaskan bahwa pencatatan oleh satu negara tidak memberikan hak ekslusif atas warisan budaya takbenda. Pemerintah Korsel juga akan terus melanjutkan proses pengajuan nasional secara independen.

Dengan demikian, pencatatan nominasi Pyongyang tidak otomatis menghalangi Seoul untuk mendapatkan pengakuan tersendiri. Kedua negara masih berpeluang memperoleh pencatatan UNESCO melalui pengajuan masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article