Tentara Israel di Tepi Barat. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)
Surat terbuka tersebut ditandatangani oleh 52 mantan diplomat Prancis dan 50 mantan diplomat Inggris, termasuk mantan Duta Besar Inggris untuk PBB Jeremy Greenstock dan Emyr Jones Parry. Para penanda tangan menegaskan bahwa kedua negara memikul tanggung jawab moral serta historis dalam pembentukan tatanan kawasan Timur Tengah.
Otoritas Israel dituding sengaja berupaya menghapus masa depan negara Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Penggusuran paksa rumah warga dan pembiaran kekerasan pemukim Yahudi oleh aparat keamanan Israel dinilai telah memenuhi unsur pembersihan etnis. Kebijakan ini juga telah meluas hingga ke wilayah Lebanon dan Suriah.
Surat tersebut turut mengkritik pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut bangsanya harus terus hidup dengan pedang. Pendekatan militeristik ini dipandang salah secara moral, membahayakan keselamatan warga Israel sendiri, serta menutup peluang negosiasi damai.
"Dunia tidak lagi melihat Israel sebagai sebuah demokrasi sejati, tidak ada yang demokratis dari mencabut hak dan tanah orang lain," tulis para diplomat, dilansir The Guardian.