Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Longsor Melanda Pengungsian Rohingya di Bangladesh, 8 Orang Tewas
Bendera Bangladesh (unsplash.com/engin akyurt)
  • Tanah longsor akibat hujan deras melanda kamp pengungsian Rohingya di Cox's Bazar, menewaskan delapan orang termasuk perempuan dan anak-anak serta merusak sejumlah tenda darurat.
  • Kamp pengungsian berada di lereng bukit gundul yang rawan erosi, membuat ribuan tenda bambu dan plastik mudah terdampak longsor saat musim hujan monsun tiba.
  • Pemerintah Bangladesh mengevakuasi sekitar 20 ribu pengungsi dari zona berisiko tinggi ke tempat aman, dibantu lembaga internasional untuk mencegah korban tambahan di tengah ancaman cuaca buruk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bencana tanah longsor melanda kawasan pengungsian Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh, pada Senin (6/7/2026) dini hari. Peristiwa yang dipicu oleh hujan deras ini menewaskan sedikitnya delapan orang pengungsi.

Selain menelan korban jiwa, longsor tersebut juga merusak sejumlah tempat tinggal darurat milik warga.

Otoritas penanggulangan bencana setempat segera bergerak untuk menangani dampak di lokasi kejadian. Pemerintah mempercepat langkah mitigasi karena ancaman cuaca buruk dan hujan lebat masih membayangi wilayah tersebut.

1. Rincian korban jiwa akibat longsor

ilustrasi longsor (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)

Tanah longsor melanda empat lokasi berbeda di dalam kamp pengungsian Ukhiya saat warga sedang tertidur. Di Jamtoli Kamp 15, tiga korban jiwa teridentifikasi sebagai Kalam (44), Humaira Begum (39), dan putra mereka yang berusia empat tahun, Anas.

Sementara itu, tanah longsor di Kamp 7 dan Kamp 11 menewaskan seorang anak berusia tujuh tahun serta empat anggota keluarga lainnya.

Sukarelawan langsung melarikan korban luka-luka ke rumah sakit terdekat. Di sisi lain, petugas gabungan fokus melakukan pencarian korban di bawah timbunan lumpur.

"Delapan warga Rohingya, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggal dunia akibat tanah longsor di beberapa titik kamp Cox's Bazar pada Senin dini hari karena hujan lebat," kata Kepala Polisi Sektor Ukhiya, Mujibur Rahman, dilansir Hindustan Times.

2. Kondisi tenda pengungsian di lereng bukit yang rentan erosi

ilustrasi longsor.(pixabay.com/pasja1000)

Kawasan pengungsian Cox's Bazar didominasi oleh perbukitan terjal yang gundul akibat pembukaan lahan. Di atas lereng yang tidak stabil tersebut, para pengungsi mendirikan tenda darurat dari bambu dan lembaran plastik.

Kondisi geografis ini membuat tempat tinggal mereka sangat rentan terhadap erosi dan tanah longsor selama musim hujan monsun. Mayoritas penghuni kamp merupakan warga yang melarikan diri dari konflik di Myanmar pada tahun 2017 lalu.

"Setiap kali hujan deras turun, rasa takut langsung menyebar ke seluruh kamp," ujar seorang pengungsi Rohingya, Mohammed Taher.

3. Upaya evakuasi massal warga ke tempat penampungan sementara

ilustrasi longsor (unsplash.com/Wolfgang Hasselmann)

Menanggapi situasi kritis ini, pemerintah Bangladesh bersama badan penanggulangan bencana mempercepat evakuasi warga dari zona bahaya. Sekitar 20 ribu pengungsi yang tinggal di lereng curam mulai dipindahkan secara bertahap ke lokasi yang lebih aman.

Otoritas setempat juga memanfaatkan pusat-pusat pembelajaran di dalam kamp sebagai lokasi pengungsian darurat. Langkah ini didukung oleh berbagai mitra pembangunan internasional untuk mencegah adanya korban jiwa susulan.

Sementara itu, Departemen Meteorologi Bangladesh memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari ke depan.

"Kami memindahkan warga dari area berisiko tinggi secepat mungkin untuk mencegah timbulnya korban jiwa tambahan," kata Komisaris Bantuan dan Repatriasi Pengungsi Bangladesh, Mohammed Mizanur Rahman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article