Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan kembali keberadaan Badan Pengungsi PBB (UNHCR). Pada Selasa (28/7/2026), Hasan menuntut badan PBB tersebut untuk menerapkan proses penyaringan yang lebih ketat dalam penerbitan dokumen pengungsi.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah aparat Malaysia menahan lebih dari 100 pencari suaka Rohingya yang berkumpul di depan kantor UNHCR di Kuala Lumpur. Mereka dilaporkan hendak meminta bantuan setelah diusir dari tempat tinggal mereka di Penang, mengutip Channel News Asia.
Hasan menilai keberadaan kantor UNHCR saat ini menjadi magnet yang menarik semakin banyak pengungsi, khususnya etnis Rohingya, untuk datang ke Negeri Jiran. Diplomat Malaysia itu mengatakan Kementerian Dalam Negeri sedang mengupayakan agar proses verifikasi pengungsi dilakukan secara bersama antara UNHCR dan otoritas setempat sebelum kartu pengungsi diterbitkan.
UNHCR menyatakan pihaknya bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk melindungi para Rohingya yang ditahan sekaligus memverifikasi dokumen mereka. Seorang pejabat tinggi kepolisian juga menyebut bahwa seluruh pengungsi yang diamankan memiliki dokumen UNHCR yang sah dan untuk sementara ditempatkan di Markas Besar Kepolisian Kuala Lumpur.
