Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Maroko Sebut Punya Hak Sejarah dan Geografis atas Ceuta dan Melilla
ilustrasi bendera Maroko (unsplash.com/alschim)
  • Menteri Hukum Maroko Abdellatif Ouahbi menegaskan Rabat memiliki hak sejarah dan geografis atas Ceuta serta Melilla, dan mendorong negosiasi mengenai masa depan kedua wilayah.
  • Maroko menyatakan tidak akan mencabut klaim yang telah disuarakan sejak kemerdekaan 1956, sementara kedua negara telah menyepakati pengetatan perbatasan di tengah krisis migrasi Ceuta.
  • Spanyol menolak pembahasan status Ceuta dan Melilla karena dianggap bagian kedaulatan Spanyol dan UE; Madrid juga melindungi imigran anak, meski Maroko meminta pemulangan lebih dari 1.400 anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum Maroko, Abdellatif Ouahbi menekankan bahwa negaranya memiliki hak sejarah dan geografis atas Ceuta dan Melilla pada Jumat (21/8/2026). Ia mendorong diadakannya negosiasi untuk menentukan masa depan kedua wilayah terluar Spanyol tersebut. 

Pekan lalu, Spanyol sudah menolak dorongan Maroko untuk mendiskusikan klaim atas wilayah Ceuta dan Melilla. Rabat terus mendesak agar Madrid untuk bersedia bernegosiasi soal masa depan kedua wilayah yang ada di tengah Maroko tersebut.

1. Maroko tidak akan hapus klaim wilayah tersebut

ilustrasi bendera Maroko (unsplash.com/moiz31)

Ouahbi menekankan bahwa Ceuta dan Melilla akan selalu menjadi agenda Maroko. Ia menyatakan, Maroko tidak akan menghapus klaim atas kedua wilayah terluar Spanyol yang berada di tengah negaranya. 

Dilansir Democrata, klaim Maroko bukan hal yang baru. Negara Afrika Utara tersebut menunjukkan klaimnya atas kedua kota tersebut sejak kemerdekaan Maroko pada 1956 dan Raja Hassan II. 

Klaim Maroko ini kembali diluapkan di tengah krisis migrasi di Ceuta dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun demikian, Spanyol dan Maroko sudah menyetujui pengetatan perbatasan untuk mencegah masuknya ribuan imigran ilegal. 

2. Albares tekankan Ceuta dan Melilla wilayah Spanyol

ilustrasi bendera Spanyol (unsplash.com/thurpont)

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares menyatakan penolakan kepada Maroko atas klaim wilayah Ceuta dan Melilla pada Jumat (21/8/2026). Madrid menyebut bahwa kedua wilayah terluar itu adalah bagian dari integritas dan kedaulatan Spanyol dan Uni Eropa (UE).  

“Kami menolak segala bentuk pendekatan dengan hormat untuk mendiskusikan status Ceuta dan Melilla. Posisi ini sudah dijelaskan hari ini lewat saluran diplomasi,” terangnya, dikutip dari EFE. 

3. Maroko dorong pemulangan imigran anak di Ceuta

ilustrasi imigran anak (unsplash.com/salahdarwish)

Pada saat yang sama, Ouahbi mendesak Spanyol untuk memulangkan kembali lebih dari 1.400 imigran anak yang datang sendiri di Ceuta. Ia memastikan bahwa Maroko akan menerima anak tersebut setelah seluruhnya sudah diidentifikasi. 

Namun, Spanyol sebelumnya sudah mengatakan akan mengirimkan 500 imigran anak dari Ceuta ke dataran utama. Madrid menyebut bahwa imigran anak tersebut masuk dalam perlindungan hukum UE dan jaminan perlindungan tersebut akan disediakan oleh Spanyol. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article