Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum Maroko, Abdellatif Ouahbi menekankan bahwa negaranya memiliki hak sejarah dan geografis atas Ceuta dan Melilla pada Jumat (21/8/2026). Ia mendorong diadakannya negosiasi untuk menentukan masa depan kedua wilayah terluar Spanyol tersebut.
Pekan lalu, Spanyol sudah menolak dorongan Maroko untuk mendiskusikan klaim atas wilayah Ceuta dan Melilla. Rabat terus mendesak agar Madrid untuk bersedia bernegosiasi soal masa depan kedua wilayah yang ada di tengah Maroko tersebut.
