Jakarta, IDN Times - Peristiwa pembajakan pesawat Flydubai pada 30 September pekan lalu menjadi berita besar. Sebab, peristiwa itu hampir saja membunuh 174 penumpang yang ada di dalam pesawat maskapai asal Uni Emirat Arab (UEA) tersebut. Namun, itu semua urung terjadi karena sang pilot, Smit Machchhar, berhasil melawan sang kopilot yang menjadi pelaku pembajakan, Hammam Al-Hammami.
Mengenal Bibiwood, Teori Konspirasi Pembajakan Pesawat Flydubai

Pembajakan Flydubai pada 30 September nyaris membahayakan 174 penumpang, tetapi pilot Smit Machchhar menggagalkan aksi kopilot Hammam Al-Hammami.
Teori konspirasi Bibiwood di media sosial menuduh Benjamin Netanyahu mengatur insiden demi dukungan pemilu Israel, lalu diperkuat komentar oposisi Yair Lapid.
Kebenaran Bibiwood belum terbukti; penyelidik tidak menemukan kaitan Netanyahu, sementara temuan awal menunjukkan Al-Hammami membajak pesawat atas keinginannya sendiri.
Selain menjadi berita besar, insiden pembajakan pesawat Flydubai juga memunculkan sejumlah dugaan. Dugaan tersebut akhirnya berubah menjadi teori konspirasi yang disebut Bibiwood. Teori ini muncul usai sejumlah netizen di media sosial mengaitkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan pembajakan pesawat tersebut. Lantas, apa itu Bibiwood? Berikut ulasannya.
1. Bibiwood berasal dari kata Bibi dan Hollywood

potret Kota Hollywood, Amerika Serikat (pexels.com/Paul Deetman) Teori Bibiwood sendiri berasal dari dua kata, yakni Bibi, nama panggilan Netanyahu dan Hollywood, kota di AS yang menjadi tempat tinggal bagi banyak artis papan atas dunia. Teori ini berasumsi bahwa dalang sebetulnya dari pembajakan pesawat Flydubai adalah Israel. Sebab, banyak netizen yang mengira Netanyahu sudah merencanakan pembajakan tersebut jauh-jauh hari.
Sejumlah netizen menilai, Netanyahu sengaja membajak pesawat Flydubai untuk mendapatkan dukungan internasional agar bisa menang dalam pemilihan umum (pemilu) Israel yang bakal dihelat pada 27 Oktober mendatang. Sebab, Netanyahu memang berambisi untuk memenangi kontestasi politik tersebut agar bisa kembali menjadi Perdana Menteri Israel.
Caranya, Netanyahu sengaja meminta kopilot Flydubai untuk melakukan pembajakan, tetapi tidak wajib sampai berhasil. Setelah pembajakan gagal, Netanyahu akan mengeluarkan pernyataan publik untuk merangkul semua penumpang, terutama yang berasal dari Israel. Setelah itu, Netanyahu akan menghubungkan insiden tersebut dengan peringatan ancaman keamanan yang sebelumnya sudah ia sampaikan. Sebab, sebelum pembajakan terjadi, Netanyahu mengklaim sudah pernah mewanti-wanti akan ada pembajakan pesawat.
2. Netanyahu ingin seolah-olah jadi pahlawan

potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/IsraelinUSA via commons.wikimedia.org/IsraelinUSA) Tindakan tersebut dilakukan agar Netanyahu seolah-olah terlihat sebagai pahlawan. Sebab, ia sebelumnya berhasil menduga akan ada insiden pembajakan pesawat. Menurut sejumlah pihak, aksi ini sengaja dilakukan untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas menjelang pemilu.
Teori Bibiwood yang beredar di media sosial ini lantas semakin kuat usai pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, turut berkomentar. Dalam pernyataannya, Lapid mengatakan, Netanyahu memang sengaja melakukan "Strategi politik murahan” untuk memenangi pemilu Israel. Caranya adalah dengan sengaja mengapitalisasi insiden pembajakan pesawat Flydubai untuk mendapatkan dukungan politik.
3. Teori Bibiwood belum bisa dipastikan kebenarannya

ilustrasi pengecekan informasi (pexels.com/Ann H) Terlepas dari semua dugaan dan asumsi tadi, Teori Bibiwood ini sebetulnya hanya sebatas dugaan yang beredar di internet. Sebab, semua asumsi yang ada di dalamnya hingga saat ini belum bisa dibuktikan kebenarannya. Terlebih, sejauh ini, pihak penyelidik juga tidak menemukan adanya kaitan antara Netanyahu dengan pembajakan pesawat Flydubai.
Di sisi lain, sejumlah dugaan soal dalang utama pembajakan pesawat Flydubai kini memang sudah bermunculan. Pada Senin lalu, Trump bahkan menduga Iran adalah dalang utama di balik insiden tersebut. Meski begitu, ia mengatakan akan tetap menunggu hasil penyelidikan dan tidak mau menduga terlalu jauh.
Saat ini, proses penyelidikan pembajakan pesawat Flydubai masih berlangsung. Namun, berbeda dengan asumsi Teori Bibiwood, temuan penyelidikan menunjukkan bahwa kopilot Flydubai, Al-Hammami, cenderung melakukan pembajakan atas keinginannya sendiri. Artinya, pembajakan pesawat Flydubai tidak didalangi oleh siapa pun, termasuk Netanyahu.























