Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhan Kayan: Semua yang Memusuhi Indonesia adalah Musuh Sudan
Menhan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan (kiri) dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ketika berbicara kepada media. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Menhan Sudan Hassan Daoud Kayan menyebut Sudan sahabat lama Indonesia dan membuka peluang program strategis lintas bidang, melanjutkan hubungan bilateral yang terjalin sejak 1960.
  • Sudan menawarkan kerja sama ketahanan pangan melalui lahan pertanian subur dan sektor peternakan besar, sejalan dengan program ketahanan pangan yang sedang dikerjakan Indonesia.
  • Menhan Sudan tertarik pada senjata ringan Pindad, tetapi kerja sama pertahanan masih menunggu penyusunan Defence Cooperation Arrangement; Indonesia menegaskan prinsip bebas aktif dan defensif aktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Sudan, Letnan Jenderal Hassan Daoud Kayan menegaskan, Sudan merupakan sahabat lama bagi Indonesia. Itu sebabnya siapa pun yang memusuhi Indonesia merupakan musuh Sudan.

"Semua yang memusuhi Sudan juga adalah musuh dari Indonesia. Kami akan bersama-sama dalam kebaikan ini," kata Kayan usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Sjafrie di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

Menhan yang masih menjadi anggota militer aktif itu menyebut, Sudan terbuka untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia. Sebab, Indonesia dan Sudan sudah menjalin hubungan bilateral sejak 1960.

"Kami melihat Indonesia adalah negara sahabat sehingga ke depan kami akan membangun banyak program strategis di antara kedua negara," tutur Kayan dalam bahasa Arab.

Ia juga sempat menyinggung bahwa Sudan sempat memberikan banyak beasiswa bagi warga Indonesia untuk menempuh studi di International University of Africa di Khartum, Sudan.

1. Sudan klaim punya sumber daya berlimpah di sektor pertanian

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) ketika menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sudan, Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Menhan Kayan mengatakan bahwa masyarakat Sudan sangat mencintai Indonesia. Itu sebabnya mereka ingin bekerja sama dengan Indonesia, sehingga masyarakat Sudan bisa merasakan langsung manfaat dari kerja sama kedua negara.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan, Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, Sudan juga menawarkan peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan. Sudan, kata Rico, menyampaikan sejumlah potensi yang mereka miliki.

"Sudan mengatakan mereka memiliki lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang jauh lebih besar. Potensi tersebut ditawarkan untuk dapat dijajaki bersama. Apalagi Indonesia sedang mengerjakan program ketahanan pangan," tutur dia.

2. Menhan Sudan berminat terhadap senjata ringan buatan Pindad

Menhan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan (kiri) dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ketika berbicara kepada media. (IDN Times/Santi Dewi)

Rico mengngkapkan, Menhan Kayan terlihat berminat saat ditunjukan senjata ringan buatan PT Pindad. Meskipun belum ada pernyataan ingin memesan langsung.

"Tadi sewaktu hadir, Menhan Sudan juga melihat secara langsung beberapa senjata ringan yang disampaikan oleh PT Pindad. PT Pindad menyampaikan beberapa karakteristik senjata yang diproduksi langsung oleh Indonesia," kata Rico.

"Mereka terlihat cukup tertarik (memesan)," ujarnya.

Meski begitu, Indonesia dan Sudan perlu menandatangani terlebih dahulu kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Arrangement). Dokumen formal kerja sama pertahanan bilateral, kata Rico, masih disusun.

"Aspek kelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut," ucap dia.

3. Sudan merasakan kedekatan emosional dengan Indonesia

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara ketika ditanyakan ke Rico maksud dari ucapan Menhan Kayan, Kemhan memandangnya dari sisi positif bahwa Sudan merasakan kedekatan emosional dengan Indonesia.

"Kami melihat bahwa dia merasa menjadi bagian dan mungkin ada kedekatan emosional yang baik. Jadi, kami lihat dari sisi positifnya," kata Rico.

Ia pun menyebut Indonesia menjunjung tinggi prinsip politik luar negeri bebas aktif. Di bidang pertahanan pun, kata Rico, Indonesia menganut prinsip defensif aktif.

"Indonesia tidak akan terlibat di dalam konflik-konflik internal suatu negara atau blok-blok tertentu sehingga terkait diplomasi pertahanan, pemerintah sangat menjaga semua keputusan kebijakan pertahanan dalam melihat konteks secara regional maupun lingkungan global," tutur dia.

Sudan sendiri saat ini masih didera perang saudara sejak 2023. Perang saudara di Sudan dipicu perebutan kekuasaan politik dan kendali sumber daya antara dua faksi militer utama, yakni Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Akibat perang saudara yang berlangsung sejak April 2023, sekitar 14 juta warga Sudan terpaksa mengungsi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article