Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menhan Prancis Kunjungi PT PAL, Tinjau Progres Kapal Selam Scorpene RI

4 min read
Menhan Prancis Kunjungi PT PAL, Tinjau Progres Kapal Selam Scorpene RI
Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin (kemeja putih) saat meninjau PT PAL di Surabaya. (Dokumentasi PT PAL)
  • Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin mengunjungi PT PAL Surabaya untuk meninjau progres pembangunan dua kapal selam Scorpene Republik Indonesia.
  • Kontrak pengadaan dua Scorpene diteken pada April 2024; seluruh pemotongan baja, perakitan, fabrikasi, hingga uji coba dilaksanakan di PT PAL bersama Naval Group.
  • Pembangunan fisik dimulai melalui pemotongan baja pertama pada 2026, disertai transfer teknologi dan kapasitas Naval Group untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin pada Kamis, 24 September 2026 mengunjungi PT PAL, Surabaya. Ia ingin melihat perkembangan pembangunan kapal selam Scorpene di perusahaan dirgantara tersebut.

Pemerintah pada 2024 lalu meneken kontrak pembelian dua kapal selam buatan Prancis, Scorpene. Namun, berdasarkan kesepakatan, seluruh proses yang dimulai dari pemotongan baja, perakitan, fabrikasi hingga uji coba dikerjakan di galangan PT PAL Surabaya.

Proses pemotongan baja sudah dilakukan pada Juli 2026 lalu. PT PAL Surabaya bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis, Naval Group untuk bisa membangun dua kapal selam tersebut.

Menhan Vautrin mengatakan keberhasilan program kapal selam membutuhkan keahlian, ketelitian, dan komitmen dari para pekerja, teknisi, engineer, hingga para pemimpin di sektor industri serta militer.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para insinyur, pekerja, teknisi, serta para pemimpin di sektor industri serta militer. Keberhasilan program ini akan bergantung pada keahlian, ketelitian dan komitmen teguh Anda," ungkap Vautrin di dalam keterangan tertulis pada Jumat, 25 September 2026.

Sementara, berdasarkan informasi dari PT PAL, pembangunan kedua kapal selam kini masuk ke tahap konstruksi fisik di Indonesia. "Kerja sama itu juga mencakup transfer kapasitas dan teknologi dari Naval Group ke PT PAL," demikian yang disampaikan PT PAL.

  1. 1. Pemesanan dua kapal selam mempererat relasi kedua negara

    Kaharuddin Djenod, PT PAL
    Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod ketika menyambut kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin. (Dokumentasi PT PAL)

    Sementara, Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod mengatakan kerja sama antara Indonesia dan Prancis lewat perakitan Scorpene bukan sekedar kerja sama membangun dua kapal selam. Lewat proyek tersebut, relasi kedua negara pun semakin erat.

    "Tentunya kerja sama ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Terutama bagi PT PAL Indonesia bisa meng-upgrade kemampuan, kapasitas dan kapabilitasnya," kata Kaharuddin di dalam video pernyataan yang dikutip pada Jumat, 25 September 2026.

    Ia menambahkan lewat transfer kapasitas, maka PT PAL tengah membangun pondasi agar kemampuan strategis dapat dikelola dan dikembangkan di dalam negeri. Dalam pandangannya, bila kemampuan industri pertahanan di dalam negeri semakin kuat maka bisa memperluas ruang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama teknologi dan industri dengan mitra internasional.

  2. 2. Pembangunan kapal selam Scorpene ditandai dengan seremoni first cutting

    kapal selam, PT PAL, Scorpène
    PT PAL resmi mulai pembangunan fisik kapal selam pertama Scorpène dengan menggunakan teknologi Prancis. (Dokumentasi PT PAL)

    Lebih lanjut, pembangunan fisik kapal selam pertama Scorpène Republik Indonesia (SRI) resmi dimulai pada 2026. Hal itu ditandai secara resmi dengan digelar first steel cutting (FSC) atau pemotongan baja pertama di PT PAL Indonesia, Surabaya pada 7 Agustus 2026.

    First steel cutting menjadi tahapan awal implementasi proyek pembangunan kapal selam setelah PT PAL Indonesia dan Naval Group menyelesaikan sejumlah proses pra-produksi, termasuk qualification section. Tahapan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, sistem produksi, serta kompetensi sumber daya manusia sesuai standar internasional Naval Group.

    Seremoni first steel cutting dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali. Selain itu, acara tersebut turut dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Pertahanan, PT PAL Indonesia, Naval Group dan TNI AL.

    Pimpinan tertinggi di TNI AL itu mengatakan, pembangunan kapal selam Scorpène pertama menjadi tonggak penting bagi Indonesia, sekaligus menandai kemampuan industri pertahanan nasional membangun kapal selam di dalam negeri.

    "Kita menjadi yang pertama membangun kapal selam di dalam negeri. Ini merupakan suatu hal yang sangat positif. Harapan kita, kemampuan ini terus berkembang sehingga industri pertahanan perkapalan nasional dapat dibangun oleh putra-putri Indonesia dengan kemampuan bangsa sendiri," ungkap Ali.

  3. 3. Spesifikasi kapal selam Scorpène Republik Indonesia

    NAVAL 001.jpeg
    Ilustrasi kapal selam Scorpene yang akan dibuat di PT PAL, Surabaya. (Dokumentasi Naval Group)

    Scorpène merupakan kapal selam (Submarines) Class 1800-2800 Tonnage dengan Advanced and Improved Propulsion (AIP). Dikutip dari laman resmi Kemhan, kontrak diteken pada April 2024 untuk pengadaan dua kapal selam.

    Selain itu, di dalam kontrak juga tercantum simulator untuk training, pelatihan untuk ABK (anak buah kapal), instruktur dan operator simulator, integrated logistic support, serta material untuk tiga kali misi atau selama 1 tahun.

    Kapal selam Scorpène ini memiliki panjang 71 meter dengan kecepatan maksimum 20 knot. Persenjataan kapal selam ini meliputi torpedo Black Shark, Missile SM 39 serta dapat dipasangi torpedo F21 dan dilengkapi non akustik sensor dan sistem komunikasi.

    Selain itu, kapal ini memiliki kemampuan indiscretion rate 4,5 persen (tidak terdeteksi oleh musuh saat beroperasi di bawah air). Scorpène memiliki Full Lithium Ion Battery sehingga memberikan keunggulan dalam hal daya tahan dan kinerja.

    Lithium-Ion adalah teknologi baterai yang ringan dan memiliki kepadatan energi tinggi yang memungkinkan kapal selam dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa perlu sering melakukan pengisian ulang. Ini penting untuk misi jangka panjang dan menjaga keberlanjutan operasional kapal selam di laut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More