Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Christiawan "Tata" Nasir mengatakan, diplomasi Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia ingin kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi turut mendukung ketahanan nasional dan prioritas pembangunan pemerintah.
Dalam briefing perdananya sebagai Menlu, Tata menyebut, diplomasi perlu mendukung berbagai agenda strategis, mulai dari ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, industri pertahanan, perdagangan, investasi, kesehatan, hingga kedaulatan maritim.
Menurut Tata hubungan luar negeri yang kuat harus berjalan seiring dengan kemampuan Indonesia membangun ketahanan di dalam negeri. Diplomasi juga perlu membantu menciptakan peluang ekonomi dan memperkuat kapasitas nasional.
“Diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat,” ujar Tata, saat menjelaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan dalam press statement perdana di Jakarta, Senin (12/10/2026).
