Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menyebut peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran semakin terbuka setelah kedua negara disebut telah memiliki proposal yang cukup solid dalam negosiasi terbaru. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di tengah meningkatnya harapan dunia terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Rubio mengatakan pembicaraan antara Washington dan Teheran masih berlangsung dan belum sepenuhnya selesai. Namun, ia memberi sinyal pengumuman penting dapat terjadi dalam waktu dekat.
“Kami masih dalam proses. Seperti yang saya katakan, kami pikir mungkin ada kabar tadi malam. Mungkin hari ini (Senin),” kata Rubio saat berkunjung ke New Delhi, India, dilansir dari BBC, Senin (25/5/2026).
Pernyataan Rubio muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah meminta tim negosiator untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan, meski sebelumnya ia sempat menyebut kesepakatan sudah dekat.
Menurut sejumlah laporan media AS, rancangan kesepakatan itu mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kelanjutan negosiasi terkait program nuklir Iran. Harapan terhadap tercapainya kesepakatan langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak dunia turun tajam, sementara bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin.
