Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta-Fakta Wafatnya Pendukung Trump Lindsey Graham, Apa Saja?

Fakta-Fakta Wafatnya Pendukung Trump Lindsey Graham, Apa Saja?
potret eks anggota Senat Carolina Selatan, Lindsey Graham (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Lindsey Graham, senator Partai Republik sekaligus pendukung kuat Donald Trump, wafat mendadak pada usia 71 tahun di Carolina Selatan.
  • Graham meninggal sehari setelah pulang dari kunjungan kerja ke Ukraina, di mana ia bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy membahas isu perdamaian dengan Rusia.
  • Hasil pemeriksaan medis menyebut Graham wafat akibat robekan pembuluh darah Aorta yang memicu serangan jantung mendadak; posisinya kini digantikan sementara oleh Gubernur Henry McMaster.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Senator Partai Republik dari Negara Bagian Carolina Selatan, Lindsey Graham, dikabarkan wafat pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu Amerika Serikat pekan lalu. Ia dikenal sebagai salah satu pendukung kuat Presiden AS, Donald Trump, sejak lama. 

Kepergian Graham menyimpan sejumlah fakta yang mungkin belum diketahui publik secara luas. Sebab, kepergiannya terasa begitu mendadak. Lantas, apa saja fakta yang ada di balik wafatnya sekutu setia Trump tersebut? Berikut ulasannya. 

1. Graham wafat di usia 71 tahun

Lindsey Graham sedang berpidato.
potret Senator Amerika Serikat yang mendukung Donald Trump, Lindsey Graham (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Graham wafat saat usianya sudah menginjak 71 tahun. Kepergian teman setia Trump itu terasa begitu mendadak sehingga mengejutkan banyak pihak. Banyak orang yang tidak menyangka Graham sudah menghembuskan napas terakhirnya, termasuk Trump. Trump menyebut Graham sebagai “Patriot kebanggaan AS” sehingga dirinya akan dirindukan oleh seluruh warga Negeri Paman Sam. 

“Dia (Lindsey Graham) orang yang tangguh dalam banyak hal. Jika dia ingin mendapatkan sesuatu, jika dia merasa benar dan ada orang yang menentangnya, dia bisa sangat tangguh. Namun, dia orang yang baik." kata Trump dalam wawancara bersama NBC News pada Minggu (12/7/2026) dikutip BBC.

2. Graham wafat setelah kunjungan kerja ke Ukraina untuk bertemu Volodymyr Zelenskyy

Lindsey Graham sedang bertemu dengan Volodymyr Zelenskyy.
potret eks anggota Senat Carolina Selatan, Lindsey Graham (kanan) dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri) (flickr.com/usembassykyiv via via commons.wikimedia.org/usembassykyiv)

Graham wafat sehari setelah dirinya tiba di AS usai melakukan kunjungan kerja ke Kyiv, Ukraina. Graham sendiri tiba di AS dari Ukraina pada Jumat (10/7/2026). Di Ukraina, Graham bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk membahas sejumlah isu strategis, termasuk upaya perdamaian dengan Rusia. Saat itu, Graham terlihat baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda penyakit yang sedang ia derita. 

Namun, keesokan harinya, yakni pada Sabtu malam, Graham mengalami sakit. Kondisinya menurun drastis hingga akhirnya dinyatakan wafat. Saat itu, tidak ada yang mengetahui apa sebab utama wafatnya Graham. Sebab, kematiannya terjadi sangat mendadak. Terlebih, Graham sebelumnya juga tidak menunjukkan gejala penyakit apa pun.  

3. Robekan pembuluh darah di jantung jadi sebab wafatnya Graham

Pembuluh darah di jantung.
ilustrasi pembuluh darah di jantung (unsplash.com/Ali Hajiluyi)

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Graham wafat karena ada robekan di pembuluh darah Aorta. Pembuluh darah Aorta sendiri merupakan salah satu pembuluh darah yang ada di jantung. Pembuluh darah ini berfungsi mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh manusia. 

Saat sedang berada di rumahnya, Graham tiba-tiba mengalami serangan jantung. Merespons peristiwa tersebut, petugas medis pun langsung datang ke rumah Graham untuk melakukan penanganan medis. Namun, sayang, nyawa Graham tidak tertolong. Menurut dokter, robekan pada pembuluh darah Aorta seperti yang sudah dijelaskan tadilah yang membuat Graham mengalami serangan jantung mendadak hingga akhirnya meninggal dunia.

4. Graham akan segera digantikan oleh senator yang baru

Gedung rapat senat.
ilustrasi senat (unspalsh.com/Gerda)

Saat ini, jabatan senat yang ditinggalkan oleh Graham sudah digantikan oleh Gubernur Carolina Selatan, Henry McMaster. Awalnya, McMaster akan mengisi jabatan Graham sampai 3 Januari 2027 mendatang. Namun, Trump pada Minggu mengatakan bahwa dirinya sudah punya seorang yang tepat untuk menggantikan Graham. 

Di sisi lain, senat Carolina Selatan dikabarkan juga akan segera menggelar pemilihan umum (pemilu) untuk memilih pengganti Graham. Pemilu itu dikabarkan akan digelar pada 11 Agustus mendatang. Oleh karena itu, warga AS yang ingin mencalonkan diri menjadi senator di Carolina Selatan untuk menggantikan Graham diharapkan segera mendaftarkan dirinya pada 21 Juli mendatang. Pendaftaran akan dibuka hingga 28 Juli. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More