Jemput WNI Relawan GSF, Menlu Dikalungi Kafiyeh oleh Dubes Palestina

- Menlu Sugiono menyambut sembilan relawan Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Soekarno-Hatta setelah mereka dibebaskan dari tahanan Israel berkat upaya diplomatik intensif pemerintah Indonesia.
- Sugiono menegaskan kecaman Indonesia terhadap tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan merendahkan martabat relawan sipil dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
- Pengalungan kafiyeh oleh Dubes Palestina kepada Menlu Sugiono menjadi simbol solidaritas kuat antara Indonesia dan Palestina, menegaskan dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan di Gaza.
Jakarta, IDN Times - Suasana hangat dan penuh haru mewarnai penyambutan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026). Menteri Luar Negeri RI Sugiono hadir langsung menyambut kepulangan para relawan yang sebelumnya sempat ditahan otoritas Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Di tengah penyambutan tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari mengalungkan kafiyeh kepada Menlu Sugiono. Momen itu langsung menjadi perhatian di tengah suasana penuh syukur atas kepulangan para relawan.
Kafiyeh sendiri dikenal sebagai simbol perjuangan dan solidaritas terhadap Palestina. Setelah pengalungan kafiyeh, Dubes Palestina dan Menlu Sugiono berjabat tangan sebelum Alsattari menyerahkan bendera Palestina dan Indonesia.
Suasana akrab juga terlihat sejak awal pertemuan keduanya. Sebelum para relawan tiba, Sugiono dan Dubes Palestina sempat berbincang hangat, tertawa, hingga berpelukan.
1. Menlu sambut langsung para relawan

Kepulangan sembilan relawan Indonesia itu disambut keluarga dan kerabat yang telah menunggu di area terminal kedatangan. Menlu Sugiono kemudian menyalami satu per satu relawan beserta anggota keluarga mereka.
“Pada sore hari ini dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menerima kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Sugiono.
Pemerintah Indonesia sebelumnya melakukan berbagai langkah diplomatik dan kekonsuleran untuk membebaskan para relawan dari tahanan Israel.
Para relawan akhirnya dibebaskan pada 21 Mei 2026 sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki, dan kembali ke Indonesia. Sugiono mengatakan keberhasilan pemulangan tersebut merupakan hasil koordinasi berbagai pihak.
“Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama koordinasi dari semua pihak yang telah bekerja keras mengupayakan dilepaskannya saudara-saudara kita,” katanya.
2. Indonesia kecam perlakuan Israel

Meski telah kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat, beberapa relawan disebut mengalami trauma fisik dan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono kembali menegaskan sikap Indonesia yang mengecam tindakan Israel terhadap para relawan sipil dalam misi kemanusiaan tersebut.
Menurut Sugiono, tindakan terhadap para relawan merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
“Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.
Sugiono juga menegaskan kembali posisi Indonesia terkait perlakuan terhadap para relawan.
“Indonesia kembali mengecam perlakuan yang diberikan kepada saudara-saudara kita, jelas merupakan satu pelanggaran dari hukum internasional,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia sebelumnya aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan berbagai pihak sejak penahanan para relawan terjadi.
3. Simbol solidaritas Palestina di Bandara Soetta

Pengalungan kafiyeh oleh Dubes Palestina kepada Menlu Sugiono menjadi simbol solidaritas yang kuat dalam penyambutan tersebut. Kafiyeh selama ini identik dengan perjuangan rakyat Palestina dan sering digunakan sebagai simbol dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Momen penyerahan bendera Palestina dan Indonesia juga memperlihatkan kedekatan hubungan diplomatik dan solidaritas kedua pihak dalam isu kemanusiaan Gaza.
Kehadiran Dubes Palestina dalam penyambutan itu turut memperkuat pesan dukungan terhadap para relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Flotilla tersebut sebelumnya berlayar menuju Gaza sebagai bagian dari upaya pengiriman bantuan kemanusiaan dan penolakan terhadap blokade Israel di wilayah Palestina.



















