Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menlu Jepang Sudah 5 Kali Telepon Iran, Dorong Stabilitas Selat Hormuz
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)
  • Menlu Jepang Toshimitsu Motegi telah lima kali menelepon Iran untuk mendorong stabilitas dan keamanan navigasi di Selat Hormuz yang terganggu akibat ketegangan di Timur Tengah.
  • Selain komunikasi tingkat menteri, Perdana Menteri Takaichi juga berdialog dengan Presiden Iran dan bergabung dalam forum multilateral bersama Prancis serta Inggris membahas kebebasan navigasi.
  • Jepang turut berkoordinasi dengan Amerika Serikat, negara-negara G7, dan negara Teluk guna mencapai de-eskalasi dini demi menjaga rantai pasok energi Asia tetap aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Menteri dari Jepang sering telepon ke orang Iran, sudah lima kali, supaya laut di Selat Hormuz jadi aman lagi. Laut itu penting buat kapal lewat. Perdana Menteri Jepang juga bicara sama Presiden Iran dan Presiden Amerika. Jepang kerja bareng banyak negara lain biar tidak ada ribut dan semua kapal bisa jalan dengan selamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang melalui Menteri Luar Negeri, Toshimitsu Motegi, telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan pihak Iran, hingga lima kali, untuk mendorong stabilitas di Selat Hormuz.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, mengungkapkan upaya diplomasi intensif ini dilakukan menyusul ketegangan di Timur Tengah, yang sempat menyebabkan blokade di Selat Hormuz.

Myochin mengatakan pembicaraan tersebut menekankan pentingnya pemulihan keamanan navigasi di jalur perairan strategis tersebut.

"Menteri Luar Negeri Motegi menekankan pemulihan stabilitas Selat Hormuz sangat dibutuhkan segera, dan mendesak Iran dengan kuat untuk menjamin kebebasan dan keselamatan navigasi sesegera mungkin bagi semua kapal, termasuk kapal-kapal dari Jepang dan negara-negara Asia lainnya," ujar Myochin di kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

1. Jepang juga melakukan pembicaraan di tingkat kepala pemerintahan

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)

Selain pembicaraan di tingkat menteri luar negeri, Jepang juga melakukan pendekatan di tingkat kepala pemerintahan. Myochin menyebutkan Perdana Menteri Takaichi telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran pada 8 April 2026.

Upaya diplomatik ini, menurut Myochin, tidak hanya bersifat bilateral. Jepang juga aktif dalam kerangka multilateral untuk mencari solusi atas ketegangan di Timur Tengah.

"Tidak hanya upaya bilateral, tetapi juga upaya multilateral. Jepang bergabung dalam pernyataan bersama para pemimpin tentang Selat Hormuz pada 19 Maret. Dan yang lebih baru lagi, pada 17 April, Jepang bergabung dalam pertemuan para pemimpin tentang kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang diprakarsai oleh Prancis dan Inggris," jelas Myochin.

2. Posisi Jepang di Selat Hormuz juga disampaikan dalam pertemuan dengan Trump

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)

Tak hanya itu, Myochin juga mengungkapkan, isu Selat Hormuz turut menjadi bagian dari pembicaraan antara Perdana Menteri Takaichi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan tersebut berlangsung di Washington D.C. pada 19 Maret 2026.

Ia menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Takaichi menyampaikan pentingnya upaya bersama komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat untuk melakukan de-eskalasi dini.

"Perdana Menteri Takaichi mengatakan penting untuk melakukan upaya bersama dengan komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat, menuju de-eskalasi dini situasi dan menuju terwujudnya perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah," kata Myochin.

3. Jepang juga melakukan komunikasi dengan negara Teluk dan G7

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)

Selain komunikasi dengan Iran dan Amerika Serikat, Jepang juga menjalin koordinasi dengan aktor-aktor internasional lainnya. Myochin menyebutkan, Jepang bekerja sama dengan negara-negara G7 serta Teluk di Timur Tengah.

Ia menjelaskan seluruh upaya ini memiliki satu tujuan yang sama, yaitu tercapainya de-eskalasi dini. Jepang menilai ketegangan di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada Timur Tengah, tetapi juga pada rantai pasok energi negara-negara Asia, termasuk Indonesia dan Jepang sendiri.

"Posisi Jepang adalah kami membutuhkan de-eskalasi dini situasi. Ini adalah bagian terpenting. Jadi tidak hanya Jepang sendiri, tentu kami bekerja sama dengan negara-negara G7 lainnya, dan juga negara-negara Teluk di Timur Tengah," ujar Myochin.

Editorial Team