Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Kapal Kontainer Jadi Sasaran Tembak di Selat Hormuz

3 Kapal Kontainer Jadi Sasaran Tembak di Selat Hormuz
Selat Hormuz (Wikipedia.com)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Tiga kapal kontainer ditembaki di Selat Hormuz, termasuk satu berbendera Liberia yang rusak di bagian anjungan akibat tembakan dan roket peluncur granat.
  • Dua kapal lain berbendera Panama dan Liberia juga diserang di lokasi terpisah tanpa kerusakan atau korban, menandakan meningkatnya ancaman terhadap kapal sipil di kawasan tersebut.
  • Serangan terjadi tanpa peringatan radio meski kapal telah berizin melintas, memicu sorotan terhadap lemahnya koordinasi keamanan di jalur vital perdagangan global itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah tiga kapal kontainer dilaporkan menjadi sasaran tembak pada Rabu (22/4/2026). Insiden ini terjadi di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang selama ini menjadi titik krusial perdagangan energi global.

Laporan dari sektor keamanan maritim dan UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebutkan, serangan melibatkan tembakan senjata hingga roket peluncur granat. Salah satu kapal bahkan mengalami kerusakan pada bagian anjungan akibat serangan tersebut.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian insiden ini. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, dan tidak ditemukan kebakaran maupun kerusakan lingkungan akibat serangan tersebut.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, khususnya terkait dinamika konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, serta kehadiran militer di jalur strategis tersebut.

Insiden ini juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan pelayaran internasional, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dan komoditas global, seperti dikutip dari Times of Kuwait.

1. Kapal rusak diduga diserang kapal perang

ilustrasi kapal kontainer
ilustrasi kapal kontainer (pexels.com/Georg Wietschorke)

Salah satu insiden paling signifikan terjadi pada kapal kontainer berbendera Liberia yang mengalami kerusakan di bagian anjungan. Kapal tersebut diserang saat berada di timur laut Oman.

Menurut sumber keamanan maritim, kapal itu terkena tembakan dan roket peluncur granat. Serangan ini menyebabkan kerusakan fisik, meskipun tidak memicu kebakaran atau kebocoran yang berdampak pada lingkungan.

Laporan menyebutkan, kapten kapal sebelumnya melihat pendekatan kapal perang milik Garda Revolusi Iran sebelum serangan terjadi. “Kapten kapal melaporkan adanya pendekatan kapal perang Garda Revolusi Iran, dan kapal tersebut kemudian ditembaki,” demikian keterangan dari seorang sumber.

Meski situasi berlangsung tegang, seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi aman. Tidak ada korban luka serius dalam insiden tersebut.

2. Dua kapal ikut diserang tapi tanpa kerusakan

ilustrasi kapal kontainer
ilustrasi kapal kontainer (pexels.com/Victor Puente)

Selain kapal pertama, dua kapal kontainer lainnya juga dilaporkan menjadi sasaran tembakan di lokasi terpisah namun masih di sekitar Selat Hormuz.

Kapal kedua berbendera Panama ditembaki sekitar delapan mil laut di sebelah barat Iran. Namun, kapal ini tidak mengalami kerusakan dan seluruh awaknya dilaporkan selamat.

Sementara itu, kapal ketiga yang juga berbendera Liberia diserang saat keluar dari selat pada jarak yang hampir sama dari wilayah Iran. Kapal tersebut tidak mengalami kerusakan, tetapi sempat berhenti di perairan setelah insiden terjadi. Kondisi awak kapal dilaporkan aman tanpa cedera.

Serangkaian serangan ini menunjukkan ancaman terhadap kapal sipil di kawasan tersebut tidak terbatas pada satu insiden saja, melainkan terjadi dalam beberapa titik dalam waktu berdekatan.

3. Penembakan tanpa peringatan ke kapal yang sudah berizin

ilustrasi Selat Hormuz
ilustrasi Selat Hormuz (pixabay.com/Bergadder)

Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah tidak adanya komunikasi atau peringatan sebelum serangan terjadi. Kapten kapal yang diserang menyatakan, tidak ada kontak radio yang diterima sebelumnya.

Bahkan, kapal tersebut sebelumnya dilaporkan telah mendapatkan izin untuk melintasi Selat Hormuz.

“Kapten kapal melaporkan tidak menerima komunikasi radio sebelum insiden, dan mencatat bahwa kapal sebelumnya telah diberitahu mereka telah mendapatkan izin untuk melintasi selat,” demikian laporan dari sumber terkait.

Informasi ini menimbulkan pertanyaan terkait prosedur keamanan dan koordinasi di kawasan tersebut, terutama di tengah situasi yang semakin sensitif.

Sumber keamanan maritim juga menyebutkan terdapat tiga orang di atas kapal perang yang terlibat dalam insiden tersebut, meski detail lebih lanjut tidak dijelaskan.

Meningkatnya frekuensi insiden di Selat Hormuz, perhatian global kini kembali tertuju pada stabilitas jalur pelayaran tersebut dan potensi dampaknya terhadap perdagangan internasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More