Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Khamenei
Menlu RI Sugiono saat diwawancarai di Istana Kepresidenan. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah Indonesia memutuskan mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani untuk menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
  • Awalnya, Indonesia hanya menugaskan Dubes RI di Teheran karena padatnya agenda kenegaraan dan keterbatasan teknis yang membuat pejabat kunci tidak dapat berangkat ke Iran.
  • Setelah koordinasi ulang dan penyesuaian jadwal, pemerintah memastikan kehadiran resmi pada prosesi pemakaman 9 Juli 2026 sambil menunggu kepastian teknis dari otoritas Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia berencana mengirimkan delegasi tingkat tinggi untuk menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Delegasi tersebut direncanakan dipimpin oleh Menlu Sugiono bersama Ketua MPR RI.

Rencana tersebut merupakan perkembangan terbaru setelah sebelumnya pemerintah memutuskan menunjuk Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) di Teheran, Rolliansyah Soemirat, sebagai wakil resmi Indonesia dalam rangkaian penghormatan kepada Khamenei.

Menurut Sugiono, keputusan awal mengirim Dubes RI dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kendala teknis, termasuk padatnya agenda kenegaraan di Indonesia yang membuat sejumlah pejabat kunci tidak memungkinkan melakukan perjalanan ke Iran.

Kini, setelah pemerintah melakukan koordinasi lebih lanjut dan menyesuaikan jadwal, Indonesia berencana menghadiri prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/7/2026).

1. Menlu ungkap alasan awal RI hanya mengirim Dubes

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono mengatakan pemerintah menerima undangan dari Iran untuk menghadiri rangkaian penghormatan kepada Khamenei. Saat itu, Indonesia telah menyampaikan perwakilan resmi pemerintah adalah Dubes RI di Teheran.

“Jadi kita menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut, dan pada saat itu kita juga sudah mengatakan bahwa yang mewakili pemerintah Indonesia adalah duta besar Indonesia yang ada di Iran dengan berbagai pertimbangan teknis,” kata Sugiono kepada wartawan, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, pada saat bersamaan pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah kunjungan kenegaraan di Indonesia. Kondisi tersebut membuat beberapa pejabat yang seharusnya dapat ditugaskan tidak memungkinkan berangkat ke Teheran.

“Karena pada saat itu juga kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana,” ujarnya.

2. Iran sempat membatasi akses bagi pejabat di atas Dubes

Menlu RI Sugiono saat diwawancarai di Istana Kepresidenan. (IDN Times/Trio Hamdani)

Sugiono mengatakan pemerintah kemudian memperoleh konfirmasi dari pihak Iran terkait pengaturan kehadiran delegasi asing dalam rangkaian penghormatan tersebut.

Menurut dia, saat itu Iran hanya memberikan akses bagi pejabat di atas tingkat duta besar pada tanggal tertentu. Kondisi tersebut membuat Indonesia tidak memiliki kesempatan mengirimkan pengganti selain Dubes RI yang telah berada di Teheran.

“Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas Dubes pada tanggal 2 kalau saya tidak salah, jadi kita juga tidak memiliki kesempatan untuk mengirimkan pengganti,” ujar Sugiono.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pemerintah telah menunjuk Dubes RI di Teheran Rolliansyah Soemirat sebagai wakil resmi Indonesia. Dubes RI juga telah menghadiri acara penghormatan dan doa bersama di Grand Mosalla, Teheran, pada 4 Juli 2026 waktu setempat.

3. Menlu dan Ketua MPR direncanakan menghadiri pemakaman

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani ketika berada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. (www.instagram.com/@ahmadmuzani2)

Sugiono mengatakan pemerintah kemudian kembali berkoordinasi setelah mengetahui prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026. Menurut dia, Indonesia kini berencana mengirim delegasi tingkat tinggi untuk menghadiri upacara tersebut.

“Setelah itu kita juga berkoordinasi dan karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada hari tanggal 9, kita berencana akan hadir. Ini kami masih menunggu jawaban waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah masih menunggu kepastian teknis dari otoritas Iran karena rangkaian penghormatan kepada Khamenei melibatkan prosesi yang cukup panjang dan dihadiri massa dalam jumlah besar.

“Karena seperti kita ketahui juga bahwa ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman Supreme Leader dari Iran,” ujar Sugiono.

Saat ditanya siapa yang akan mewakili Indonesia, Sugiono mengatakan delegasi tersebut direncanakan dipimpin oleh dirinya bersama Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.

“Rencananya yang akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama dengan Ketua MPR RI,” kata dia.

Sugiono menambahkan, penyesuaian rencana tersebut lebih disebabkan persoalan logistik. Menurut dia, pemerintah Iran masih mengatur lokasi yang memungkinkan untuk menerima delegasi asing karena besarnya antusiasme masyarakat yang mengikuti rangkaian penghormatan.

“Lebih kepada logistik. Karena penghormatan terhadap beliau sangat besar kemudian massa juga sangat besar di sana, pihak Iran masih mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita,” ujar Sugiono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article