Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Milisi Al-Shabaab Berhasil Rebut Kota Strategis di Somalia
potret kelompok milisi Al-Shabaab (commons.wikimedia.org/Radio al-Andalus)
  • Al-Shabaab merebut Kota Teedaan di Hiiraan timur setelah bentrokan hampir 24 jam dengan militer Somalia pada Minggu, memicu ketegangan dan suara tembakan di seluruh kota.
  • Militer Somalia dan milisi lokal mundur dari Teedaan, sementara Al-Shabaab mengklaim menyita senjata, kendaraan, serta peralatan militer dan mengambil kendali penuh kota.
  • Setelah menguasai Teedaan, Al-Shabaab dilaporkan akan memungut tarif kendaraan komersial; konflik kelompok tersebut dengan pemerintah Somalia telah berlangsung sekitar dua dekade.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Milisi pemberontak Al-Shabaab dikabarkan berhasil merebut kota strategis yang ada di Somalia pada Minggu (2/8/2026). Menurut keterangan seorang saksi anonim pada Senin (3/8/2026), Al-Shabaab berhasil mengambil alih Kota Teedaan yang ada di Hiiraan timur usai terlibat bentrokan dengan pasukan militer Somalia. 

Menurut saksi tersebut, milisi Al-Shabaab dan aparat militer Somalia terlibat bentrokan di Teedaan selama hampir 24 jam pada Minggu pekan lalu. Peristiwa tersebut membuat suasana di seluruh kota ketika itu menjadi tegang selama seharian. Suara tembakan di antara kedua pihak terdengar di mana-mana. 

1. Al-Shabaab mengklaim berhasil mengambil alih perlengkapan militer Somalia

Kelompok milisi Al-Shabaab sedang melakukan parade militer pada 10 Maret 2025. (commons.wikimedia.org/Shahada News Agency)

Selain berhasil menguasai Teedaan, Al-Shabaab juga mengklaim pihaknya berhasil menyita sejumlah perlengkapan milik militer Somalia. Beberapa di antaranya, seperti senjata dan kendaraan. Mereka juga mengklaim berhasil menang telak dalam peristiwa bentrokan yang terjadi pada pekan lalu. 

“Kami telah menguasai wilayah strategis Teedaan di Hiiraan timur setelah pertempuran sengit di pinggirannya. Kami juga telah menyita senjata, kendaraan, dan peralatan militer lainnya," bunyi pernyataan resmi Al-Shabaab, seperti dilansir The New Arab.

2. Pasukan militer Somalia sudah meninggalkan Teedaan

ilustrasi pasukan militer Somalia (pexels.com/Isaac Naph)

Usai dikalahkan Al-Shabaab, pasukan militer Somalia yang sebelumnya menguasai Teedaan akhirnya mundur dari kota tersebut. Oleh karena itu, Teedaan kini sudah sepenuhnya dikuasai oleh Al-Shabaab. 

"Pada Minggu sore, pasukan pemerintah dan milisi lokal telah meninggalkan posisi mereka di Teedaan. Setelah itu, para pejuang Al-Shabaab masuk dan mengambil alih kendali kota," kata Hassan Ciyow, seorang tetua adat dari kota terdekat, dalam pernyataannya kepada AFP.

Usai berhasil menguasai Teedaan, Al-Shabaab akan melakukan pungutan liar di kota tersebut. Menurut sejumlah sumber, mereka akan memungut tarif bagi setiap kendaraan komersial yang ingin memasuki Teedaan. Sebab, Teedaan merupakan salah satu kota yang menjadi pusat perekonomian di Somalia.  

3. Somalia sudah berkonflik dengan Al-Shabaab selama sekitar dua dekade

Kelompok milisi Al-Shabaab sedang melakukan serangan di Kota Bal'ad, Somalia, pada 27 Februari 2025. (commons.wikimedia.org/Shahada News Agency)

Bentrokan antara Al-Shabaab dengan pasukan militer Somalia ini sebetulnya bukan peristiwa baru. Sebab, Pemerintah Somalia sudah berkonflik dengan milisi tersebut selama sekitar dua dekade. 

Sebagai informasi, Al-Shabaab merupakan kelompok militan asal Somalia yang berdiri pada 2000-an. Dilansir Council on Foreign Relation (CFR), milisi ini merupakan salah satu sekutu terkuat kelompok teroris Al-Qaeda. Sejak awal pendiriannya, Al-Shabaab sudah kerap melakukan serangan teror di Somalia. Sebab, mereka ingin mengambil alih pemerintahan dan menguasai seluruh wilayah yang ada di Somalia demi keuntungan kelompok.   

Pemerintah Somalia sendiri sebetulnya sudah bersusah payah melakukan operasi militer untuk membasmi Al-Shabaab. Namun, upaya itu kerap gagal karena pasukan pemerintah kerap kalah ketika bertempur dengan milisi tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article