ilustrasi pengungsi (pexels.com/Sanjeev Kumar)
Berdasarkan keterangan Kotamadya Hebron yang dilaporkan Anadolu, keluarga yang terdampak pengusiran bermukim di lingkungan Deir Bahha dan al-Jalda yang secara keseluruhan dihuni 500 keluarga. Sementara itu, laporan Xinhua mencatat keterangan Wali Kota Hebron Tayseer Abu Sneineh bahwa sekitar 500 keluarga telah mengungsi dari lingkungan al-Jalda saja. Pasukan Israel menandai rumah-rumah yang telah dikosongkan dan membagikan pemberitahuan yang memerintahkan keluarga tersisa untuk segera pergi tanpa membawa kendaraan mereka.
Warga al-Jalda, Ibrahim al-Natsha (47 tahun), menceritakan dia harus membangunkan ketiga anaknya pada Jumat larut malam setelah mendengar perintah evakuasi melalui pengeras suara. "Hal yang paling menyakitkan bagi saya adalah melihat anak-anak saya pergi tanpa memahami mengapa mereka harus pergi atau kapan mereka bisa kembali. Sebagai seorang ayah, tentu saja saya ingin melindungi anak-anak saya dan membuat mereka merasa aman, tetapi saya tidak bisa memberi tahu mereka apa yang akan terjadi selanjutnya," kata al-Natsha kepada Xinhua.
Warga lainnya, Suhaila al-Hashlamoun (30 tahun), menceritakan bahwa warga yang melarikan diri, termasuk dirinya, harus menjalani pemeriksaan keamanan serta interogasi sebelum diizinkan pergi. Dia merasa cemas terhadap kondisi rumah dan barang-barang yang terpaksa ditinggalkan. "Kamu meninggalkan kenanganmu dan tempat di mana anak-anakmu merasa betah. Kamu terus bertanya-tanya apa yang mungkin terjadi pada rumahmu selama kamu pergi. Yang paling kami inginkan hanyalah kembali dan hidup tanpa rasa takut," tutur dia.