Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Militer Korsel: Ranjau Korut Diduga Picu Ledakan di Zona Demiliterisasi

4 min read
Militer Korsel: Ranjau Korut Diduga Picu Ledakan di Zona Demiliterisasi
Ilustrasi bendera Korea Selatan. (pexels.com/Mirko Kuzmanovic)
  • Militer Korea Selatan menilai ranjau darat Korea Utara kemungkinan besar memicu ledakan di DMZ pada 21 September 2026, yang melukai tiga personel militer.
  • Temuan TNT, material sintetis cokelat, lokasi ledakan dekat MDL, serta aktivitas penanaman ranjau Korut sejak 2025 memperkuat penilaian awal tersebut.
  • Korsel dan Komando PBB melanjutkan penyelidikan bersama; Seoul akan meminta pertanggungjawaban dan menentukan respons jika temuan akhir mengonfirmasi keterlibatan Korut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Militer Korea Selatan (Korsel) pada Senin (28/9/2026) menyatakan ranjau darat Korea Utara (Korut) sangat mungkin menjadi penyebab ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) pekan lalu. Ledakan pada 21 September itu terjadi di bagian barat DMZ dan melukai 3 personel militer.

"Penilaian awal didasarkan pada temuan forensik, kawah ledakan, pola kobaran api, serta tingkat cedera para korban dan keterangan dari personel di lokasi kejadian. Berdasarkan faktor-faktor ini, kami menyimpulkan bahwa ranjau darat Korut kemungkinan besar menyebabkan ledakan tersebut," kata Kwon Dae-won, wakil ketua Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS), dilansir Korea Herald.

Korsel mengatakan akan meminta pertanggungjawaban penuh kepada Korut. Pihaknya juga akan mengambil tindakan yang sesuai jika penyelidikan akhir mengonfirmasi temuan tersebut.

  1. 1. Laporan awal terkait ranjau darat di lokasi ledakan

    Ilustrasi wilayah perbatasan. (Unsplash.com/Utsman Media)
    Ilustrasi wilayah perbatasan. (Unsplash.com/Utsman Media)

    Analisis awal terhadap fragmen dan residu yang ditemukan di lokasi menemukan jejak trinitrotoluena (TNT), serta material sintetis berwarna cokelat pada peralatan pelindung. Menurut JCS, karakteristik tersebut konsisten dengan ranjau anti-personel Korut yang menggunakan resin plastik sebagai bahan selubung.

    JCS mengatakan tidak menemukan catatan mengenai penanaman ranjau Korsel di lokasi tersebut. Sebaliknya, tanda-tanda aktivitas penanaman ranjau oleh pasukan Korut di area terdekat telah terdeteksi sejak September 2025.

    Militer Korsel juga mengatakan ledakan terjadi sekitar 10 meter di selatan Garis Demarkasi Militer (MDL), dan kira-kira pada jarak yang sama dari area di mana tanda-tanda aktivitas peletakan ranjau Korut telah terdeteksi. Pihaknya memperkirakan terdapat setidaknya 3 ranjau di sekitar lokasi ledakan, 2 diantaranya telah meledak. Personel yang berada di lokasi sebelumnya juga melaporkan melihat sebuah benda persegi panjang berwarna cokelat yang menyerupai ranjau anti-personel Korut. Benda itu terlihat satu meter dari titik ledakan pertama.

  2. 2. Kronologi insiden ledakan yang melukai 3 personel militer Korsel

    Potret tentara Korea Selatan. (x.com/ROK_MND)
    Potret tentara Korea Selatan. (x.com/ROK_MND)

    Dilaporkan, ledakan terjadi saat militer Korsel dan Komando PBB (UNC) berupaya membuka akses untuk melakukan inspeksi bersama, setelah Seoul mendeteksi perubahan kondisi medan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penanaman ranjau oleh Korut. Seoul mencurigai aktivitas tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea (1950-1953).

    Dalam operasi tersebut, militer Korsel mengerahkan berbagai peralatan untuk mendeteksi ranjau. Ini termasuk robot, drone, dan robot berkaki empat. Namun, JCS mengatakan personel tetap harus memasuki sejumlah area karena kondisi medan pegunungan dan kendala operasional lainnya.

    Sebanyak 18 personel yang terlibat dalam operasi dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Pusat setelah ledakan, 15 diantaranya telah dipulangkan. Sementara, 3 personel yang terluka masih menjalani perawatan karena 2 personel mengalami luka serius, sedangkan satu lainnya mengalami luka ringan. Salah satu korban adalah komandan batalyon pengintai dan korban lainnya merupakan seorang insinyur militer.

    UNC mengatakan kepada Yonhap bahwa pihaknya tidak memiliki komentar lebih lanjut selama penyelidikan masih berlangsung. Militer Korsel mengatakan penyelidikan bersama dengan UNC akan dilanjutkan dan hasil akhirnya akan diumumkan kemudian.

  3. 3. Korsel peringatkan Korut tentang tanggung jawabnya

    Ilustrasi bendera Korea Utara (kiri) dan bendera Korea Selatan (kanan). (pixabay.com/www_slon_pics)
    Ilustrasi bendera Korea Utara (kiri) dan bendera Korea Selatan (kanan). (pixabay.com/www_slon_pics)

    Di sisi lain, JCS mengungkapkan bahwa Korut bertanggung jawab jika penyelidikan akhir mengonfirmasi bahwa insiden tersebut disebabkan oleh Pyongyang.

    "Jika penyelidikan akhir mengonfirmasi bahwa ini disebabkan oleh ranjau darat yang ditanam oleh Korut, maka itu merupakan serangan yang jelas di mana tentara kami yang secara sah melakukan operasi DMZ di selatan MDL terluka oleh ranjau Korut. Militer kami akan mengambil tindakan yang tepat dan sesuai," kata Kwon.

    JCS belum dapat memastikan apakah ranjau tersebut sengaja ditanam di selatan MDL atau berpindah dari lokasi lain. Militer juga belum menemukan benda yang dilaporkan menyerupai ranjau di dekat titik ledakan. Mengenai kemungkinan tindakan balasan, JCS tidak merinci tindakan apa yang dapat diambil. Sebab, langkah-langkah yang sesuai akan diputuskan berdasarkan temuan akhir.

    Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan akan tetap membuka semua opsi kebijakan dalam mempertimbangkan respons. Jika terbukti berasal dari Korut, insiden tersebut akan menjadi kasus pertama sejak Agustus 2015, ketika personel militer Korsel terluka akibat ranjau Korut di DMZ. Saat itu, penyelidikan Seoul dan UNC menyimpulkan bahwa pasukan Korut menanam ranjau di dekat MDL, setelah 2 tentara Korsel terluka parah. Seoul kemudian kembali mengaktifkan siaran propaganda melalui pengeras suara ke arah Korut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More