Demiliterisasi Total Jadi Syarat Rekonstruksi Gaza dari BoP

- Demiliterisasi total ditetapkan sebagai syarat utama sebelum rekonstruksi Gaza dimulai, mencakup penghancuran seluruh infrastruktur militer dan pengawasan oleh pemantau independen.
- Paparan memuat linimasa pemulihan sandera dari 7 Oktober 2023 hingga Januari 2026, dengan rincian jumlah sandera hidup dan jenazah yang berhasil dipulangkan.
- Rencana tata kelola pascakonflik menekankan pembentukan kepolisian profesional, koordinasi antarotoritas internasional, serta tahapan pengerahan sektor untuk stabilisasi jangka panjang Gaza.
Jakarta, IDN Times - Board of Peace (BoP) menegaskan bahwa demiliterisasi penuh dan segera menjadi prasyarat utama bagi setiap fase rekonstruksi dan investasi lanjutan di Gaza. Hal itu pun dijelaskan dalam dokumen kerangka kerja strategis yang dirilis saat KTT perdana BoP di Washington, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
Pada bagian slide penjelasan “Demilitarization Requirement” dalam dokumen tersebut ditegaskan seluruh infrastruktur militer, teror, dan ofensif-termasuk terowongan dan fasilitas produksi senjata akan dihancurkan dan tidak dibangun kembali. Proses demiliterisasi akan berada di bawah supervisi pemantau independen.
Mekanisme demiliterisasi mencakup penempatan senjata secara permanen di luar penggunaan melalui proses yang disepakati, pelucutan menyeluruh, serta program reintegrasi yang didanai internasional dan diverifikasi pihak independen. Demiliterisasi disebut sebagai prasyarat sebelum rekonstruksi skala penuh dapat berjalan.
Paparan tersebut juga memuat rencana 20 poin yang diterima Hamas dan faksi-faksi, serta kerangka implementasi berbatas waktu untuk pelucutan senjata lengkap yang disepakati seluruh penjamin.
1. Timeline pemulihan sandera

Pada slide “Hostage Recovery Timeline”, disebutkan total 251 sandera, 168 di antaranya kembali dalam keadaan hidup dan 83 jenazah dipulangkan.
Lini masa mencatat 7 Oktober 2023 sebagai titik awal, kesepakatan Gaza 20-Point Plan & Ceasefire pada 10 Oktober 2025, pengembalian sandera hidup terakhir pada 13 Oktober 2025, serta pemulangan jenazah terakhir pada 26 Januari 2026.
2. Tata kelola keamaan sipil

Di sisi tata kelola keamanan sipil, paparan menekankan pembentukan kepolisian profesional dengan prinsip satu otoritas, satu hukum, dan satu senjata. Tantangan yang diidentifikasi meliputi kondisi lawlessness, kerusakan parah, populasi yang mengalami trauma, serta kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Solusi yang diajukan mencakup pemulihan layanan dasar, bantuan darurat, serta penguatan aktivitas ekonomi dan mata pencaharian. Seluruh kerangka ini ditempatkan sebagai fondasi menuju stabilisasi jangka panjang, dengan penekanan bahwa keamanan dan demiliterisasi menjadi kunci pembuka bagi fase pembangunan berikutnya.
3. Blue print pengerahan dan arsitektur tata kelola Gaza pascakonflik

Sementara dalam paparan “Deployment Blueprint” yang merinci tahapan jangka pendek dan menengah dijeaskan pada fase jangka pendek, direncanakan pengerahan sektor Rafah serta program assist and train police. Fase jangka menengah mencakup tindak lanjut pengerahan sektoral di wilayah lain secara bertahap.
Struktur koordinasi dijelaskan dalam slide “Office of High Representative”, yang memperlihatkan hubungan antara Board of Peace/Executive Board, Office of High Representative, Palestinian Authority Coordination, NCAG, International Stabilization Force, serta Israel Communication. Skema ini dirancang untuk memastikan jalur komunikasi dan komando yang jelas dalam implementasi rencana stabilisasi.
















