Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Misi Pegase 2026, Prancis Tempuh 40 Ribu Km Lintasi 4 Benua

3 min read
Misi Pegase 2026, Prancis Tempuh 40 Ribu Km Lintasi 4 Benua
Jet tempur Rafale milik Angkatan Udara Prancis dalam Misi Pegase 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Angkatan Udara Prancis menjalankan Misi Pegase 2026 selama lebih dari 40 hari dengan perjalanan lebih dari 40 ribu kilometer.

  • Sekitar 270 personel dan sembilan pesawat Rafale, A330 MRTT, serta A400M dikerahkan dalam rute lintas empat benua.

  • Indonesia menjadi lokasi singgah dan latihan bersama dalam misi yang juga membawa diplomasi udara Prancis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang paling menonjol dari Misi Pegase 2026?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Angkatan Udara Prancis menggelar misi Pegase 2026 dengan rute panjang yang menghubungkan kawasan Arktik, Indo-Pasifik, hingga Timur Tengah dan Afrika Utara. Misi tersebut berlangsung selama lebih dari 40 hari dengan menempuh perjalanan lebih dari 40 ribu kilometer.

Komandan Misi Pegase 2026, Mayor Jenderal Julien Sabene, mengatakan pengerahan tersebut melibatkan sekitar 270 personel yang dibawa bersama sejumlah pesawat tempur dan pendukung. Rombongan meninggalkan Prancis pada 8 September dan dijadwalkan kembali pada 15 Oktober.

Dalam rangkaian tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang disinggahi sekaligus lokasi pelaksanaan latihan bersama. Sebanyak sembilan pesawat dari tiga tipe dikerahkan dalam misi tersebut, yakni Rafale, A330 MRTT, dan A400M.

  1. 1. Rafale hingga A400M dikerahkan dalam Misi Pegase 2026

    Pesawat Airbus A400M milik Angkatan Udara Prancis sedang parkir di Skuadron Halim dalam Misi Pegase 2026.
    Pesawat Airbus A400M milik Angkatan Udara Prancis sedang parkir di Skuadron Halim dalam Misi Pegase 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Sabene menjelaskan, Misi Pegase 2026 membawa empat Rafale yang berfungsi sebagai pesawat tempur. Selain itu, Prancis mengerahkan pesawat A330 MRTT yang memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara sekaligus dapat menjalankan fungsi angkut kargo dan personel.

    Dua pesawat A400M juga dibawa dalam misi tersebut. Pesawat ini digunakan untuk kebutuhan transportasi logistik taktis. Indonesia sendiri telah mengoperasikan Rafale dan A400M sehingga kedua jenis pesawat tersebut menjadi bagian dari kerja sama antara kedua angkatan udara.

    “Kami membawa Rafale, empat pesawat yang menjadi pesawat tempur kami. Kami juga membawa MRTT, pesawat yang sangat mampu melakukan pengisian bahan bakar di udara dan merupakan pesawat multiguna yang juga mampu membawa kargo serta penumpang,” kata Sabene di Pangkalan Udara Militer Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

    “Kami juga membawa dua A400M, yaitu pesawat taktis untuk transportasi logistik,” lanjutnya.

  2. 2. Terbang dari Arktik hingga Indo-Pasifik

    Body pesawat A330 MRTT milik Angkatan Udara Prancis.
    Body pesawat A330 MRTT milik Angkatan Udara Prancis. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Misi Pegase 2026 dirancang untuk menguji kemampuan personel dan pesawat dalam berbagai kondisi operasi. Rute misi kali ini dimulai dari Prancis menuju kawasan Arktik, kemudian berlanjut ke Jepang, Korea Selatan, Indonesia, India, Qatar, La Réunion, dan Mesir.

    Di kawasan Arktik, personel Prancis menghadapi kondisi ekstrem dengan suhu yang sangat rendah. Menurut Sabene, lingkungan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena personel harus mampu merespons situasi darurat dalam kondisi yang dapat mengancam keselamatan.

    “Jika Anda melakukan eject di dekat Kutub Utara, Anda harus bereaksi dengan cepat karena jika tidak, Anda akan meninggal akibat kedinginan,” ujar Sabene.

    Setelah menghadapi lingkungan Arktik, rombongan beroperasi di kawasan tropis, termasuk Indonesia. Misi kemudian berlanjut ke lingkungan gurun di Qatar dan Mesir. Sabene mengatakan, pengalaman dari berbagai kondisi tersebut menjadi bagian dari peningkatan kemampuan operasional para personel.

  3. 3. Misi Pegase jadi bentuk diplomasi udara

    Pesawat Airbus A400M milik Angkatan Udara Prancis sedang parkir di Skuadron Halim dalam Misi Pegase 2026.
    Pesawat Airbus A400M milik Angkatan Udara Prancis sedang parkir di Skuadron Halim dalam Misi Pegase 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Selain latihan militer, Pegase 2026 juga menjadi bagian dari upaya Prancis memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra. Dalam dokumen latar belakang misi, Pegase disebut sebagai bentuk diplomasi udara yang memanfaatkan jangkauan global Angkatan Udara dan Antariksa Prancis untuk memperkuat jaringan kemitraan.

    Misi tersebut juga membawa pesan mengenai kebebasan navigasi dan akses terhadap ruang bersama global. Prancis menyatakan Misi Pegase 2026 bertujuan memperkuat kerja sama, memberikan sinyal strategis, serta menunjukkan kemampuan Prancis memproyeksikan kekuatan dan mempertahankan kepentingan nasionalnya.

    Untuk kawasan Indo-Pasifik, Pegase 2026 diarahkan pada penguatan kemitraan dengan negara-negara di kawasan melalui kerja sama seperti penerbangan tempur, transportasi taktis, penanganan ancaman drone, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta kerja sama ruang angkasa.

    “Hubungan antarangkatan udara adalah kami berbagi kecintaan yang sama terhadap penerbangan, tetapi kami memiliki lingkungan yang berbeda. Kami memiliki misi yang berbeda, tetapi kami ada untuk satu sama lain,” kata Sabene.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More