Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mobil Tabrak Kerumunan Warga di Iran, Empat Tewas dan Belasan Luka
Ilustrasi kecelakaan mobil (Unsplash.com/Volodymyr Kozhevnikov)
  • Mobil berkecepatan tinggi kehilangan kendali di Mashhad, Iran, lalu menabrak kerumunan warga di bahu jalan pada Rabu dini hari, menewaskan empat orang dan melukai belasan lainnya.
  • Kecelakaan bermula setelah mobil menabrak kendaraan di depannya, menerjang pagar serta rambu lalu tergelincir ke kerumunan pendukung pemerintah; tim darurat mengevakuasi korban ke fasilitas medis.
  • Polisi menahan pengemudi sekitar 35 tahun yang dinilai tidak stabil saat berkendara dan memiliki gangguan penglihatan; otoritas Iran menyatakan tidak ditemukan unsur politik atau sabotase.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Kota Mashhad, timur laut Iran, pada Rabu (2/9/2026) dini hari. Peristiwa nahas ini menyita perhatian publik setelah sebuah mobil berkecepatan tinggi menabrak kerumunan warga di bahu jalan.

Insiden mematikan tersebut merenggut empat korban jiwa dan mengakibatkan belasan orang lainnya menderita luka-luka. Otoritas setempat bersama tim tanggap darurat langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi seluruh korban ke fasilitas medis terdekat guna penanganan lebih lanjut.

1. Tabrakan berujung maut di bahu jalan

Kecelakaan bermula saat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi melintasi jalur utama Kota Mashhad. Kendaraan tersebut mendadak hilang kendali usai menabrak bagian belakang mobil di depannya.

Mobil itu kemudian menerjang pagar pembatas jalan dan merobohkan sejumlah rambu lalu lintas di sekitarnya. Laju kendaraan baru terhenti setelah tergelincir ke bahu jalan dan menyapu kerumunan massa pendukung pemerintah yang tengah berhimpun di kawasan tersebut.

"Mobil tersebut melaju sangat kencang, menabrak kendaraan di depannya, lalu hilang kendali hingga menabrak pagar pengaman serta kerumunan warga," jelas Kepala Polisi Lalu Lintas Provinsi Razavi Khorasan, Mohsen Mousa-Abadi, dilansir Times of India.

2. Polisi amankan pengemudi dalam kondisi tidak stabil

Pascabenturan, aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi langsung mengambil tindakan pengamanan. Petugas membekuk pengemudi di tempat kejadian perkara (TKP) guna mencegah potensi amukan massa yang panik.

Kepolisian setempat lantas membawa pria tersebut untuk menjalani pemeriksaan medis dan interogasi awal. Hasil diagnosis menunjukkan tersangka dalam kondisi fisik dan psikologis yang tidak stabil saat mengemudikan kendaraannya.

"Pemeriksaan awal kami memastikan bahwa pelaku yang ditahan ini mengemudikan mobilnya dalam tingkat kesadaran yang sangat tidak normal," tegas Mohsen.

3. Pelaku alami gangguan penglihatan

Penyelidikan otoritas hukum mengungkap pelaku merupakan seorang pria berusia sekitar 35 tahun. Ia diketahui mengemudi dengan surat izin bersyarat akibat kondisi medis tertentu. Gangguan penglihatan ini dinilai sangat membatasi jarak pandang pelaku ketika berkendara pada dini hari.

Di sisi lain, Lembaga Kehakiman Iran secara tegas menyatakan tidak ada indikasi keterlibatan unsur politik maupun sabotase dalam peristiwa ini, sehingga murni disimpulkan sebagai insiden lalu lintas.

"Pria ini memiliki izin mengemudi khusus karena mata kirinya buta, sehingga ia hanya bisa menyetir dengan mengandalkan mata kanan," ujar seorang pejabat kepolisian setempat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article