Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Serang Fasilitas Vital Milik IRGC, Iran Membalas

AS Serang Fasilitas Vital Milik IRGC, Iran Membalas
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)
  • Militer AS menyerang fasilitas IRGC di sejumlah kota Iran, termasuk pertahanan udara, radar, aset maritim, kemampuan pemasangan ranjau, dan situs komunikasi.
  • Di Sirik, IRGC melaporkan rudal AS menghantam acara pernikahan, menewaskan empat orang dan melukai 63 lainnya yang telah dievakuasi ke rumah sakit.
  • AS menyebut operasi merespons rencana serangan IRGC di Selat Hormuz; Iran kemudian menyerang markas militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) melaporkan pihaknya telah menyerang sejumlah fasilitas vital milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggunakan rudal. Serangan tersebut dilakukan pada Selasa (1/9/2026) kemarin. 

"Pasukan AS telah menyerang target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan pemasangan ranjau, dan situs komunikasi," demikian bunyi pernyataan resmi Komando Tengah (CENTCOM) militer AS dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Rabu (2/9/2026), seperti dikutip Jerusalem Post

  1. 1. Serangan terjadi di sejumlah kota di Iran

    Serangan yang menyebabkan kebakaran besar
    ilustrasi serangan (pexels.com/Edu Raw)

    Media Iran, IRIB, menjelaskan, serangan CENTCOM tadi terjadi di sejumlah kota yang ada di Iran. Beberapa di antaranya, seperti Bandar Abbas, Ahvaz, Aghajari, dan Sirik. Ledakan keras terdengar di kota-kota tersebut saat serangan AS terjadi. Hal ini membuat sirine peringatan bahaya di sana meraung kencang. 

    Serangan AS di Ahvaz dan Aghajari menghantam sejumlah bangunan. Di sisi lain, IRGC melaporkan, di Sirik, rudal AS menghantam sebuah acara pernikahan. Akibatnya, 4 orang dikabarkan tewas akibat serangan tersebut, sedangkan 63 lainnya luka-luka. Saat ini, semua korban luka sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. 

  2. 2. Serangan dilakukan untuk membalas IRGC yang ingin menyerang Selat Hormuz

    Selat Hormuz.
    potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

    CENTCOM menjelaskan, serangan terbaru ini dilakukan untuk membalas IRGC yang berencana meluncurkan serangan ke pasukan AS dan ke kapal-kapal komersial yang sedang berlayar di Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, tindakan tersebut melanggar kekuasaan Washington di Selat Hormuz. Sebab, saat ini, Negeri Paman Sam mengklaim sudah sepenuhnya menguasai selat tersebut.

    “Serangan-serangan ini menyusul upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan terhadap anggota militer Amerika (Serikat). Lebih dari 50.000 anggota militer AS saat ini beroperasi di seluruh Timur Tengah dan tetap waspada, mematikan, dan siap untuk terus melaksanakan operasi yang diarahkan oleh Panglima Tertinggi,” lanjut CENTCOM.

  3. 3. Iran membalas serangan AS

    Pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sedang latihan.
    potret pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) (commons.wikimedia.org/Hossein Zohrevand)

    Merespons serangan terbaru AS ke IRGC, Iran tidak tinggal diam. Pada Rabu, angkatan bersenjata Teheran meluncurkan serangan balasan ke markas militer AS yang ada di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Iran berjanji tidak akan membiarkan serangan dari AS dan pasti akan melakukan balasan. 

    Dalam kesempatan lain, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengecam serangan terbaru AS yang menyasar IRGC. Kementerian itu mengatakan, serangan tersebut menjadi bentuk pelanggaran AS terhadap kesepakatan gencatan senjata. "Iran akan menanggapi kejahatan keji ini dengan tegas. Mengabaikan ketidakadilan tidak akan menghentikannya, itu hanya akan mempertebal keberanian para pelakunya," ujar Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, di media sosial X.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More