Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
NATO Mau Kurangi Pasukan Perdamaian di Kosovo, Kenapa?
potret logo NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)
  • NATO mengumumkan pengurangan pasukan perdamaian di Kosovo mulai 2027 karena situasi keamanan pascakerusuhan 2023 dinilai membaik.
  • Saat ini terdapat sekitar 4.600 pasukan KFOR di Kosovo yang akan dikurangi secara bertahap, namun NATO tetap menjamin stabilitas wilayah tersebut.
  • Pada 2023, NATO sempat menambah 1.000 pasukan akibat konflik etnis Serbia di Kosovo, namun kini kondisi sudah kembali aman berkat peran pasukan perdamaian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - NATO mengumumkan bakal mengurangi pasukan perdamaian di Kosovo secara berkala mulai 2027. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh NATO pada Jumat (12/6/2026).

Nato menjelaskan, keputusan ini diambil karena kondisi keamanan di Kosovo pascakerusuhan 2023 sudah membaik. Oleh karena itu, negara tersebut saat ini tidak lagi membutuhkan banyak pasukan perdamaian NATO untuk menjaga keamanan wilayahnya. 

1. Penempatan pasukan NATO di Kosovo dimulai pada 1999

potret bendera Kosovo (unsplash.com/aboodi vesakaran)

Penempatan pasukan NATO di Kosovo sendiri sudah dimulai sejak Juni 1999. Pasukan ini bernama Kosovo Force (KFOR). Mereka mulai ditugaskan di Kosovo usai NATO menyerang Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic. Serangan tersebutlah yang mengakhiri perang Kosovo pada 1999. Kala itu, Kosovo masih berada di bawah naungan Yugoslavia.

"Komitmen inilah yang telah menghasilkan peningkatan stabilitas seiring dengan meningkatnya kemampuan organisasi keamanan di Kosovo. Kondisi saat ini memberikan kesempatan untuk lebih mengoptimalkan ukuran dan postur KFOR," kata Alexus G. Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, seperti dikutip European Western Balkan.  

2. Ada 4.600 pasukan perdamaian NATO di Kosovo

ilustrasi pasukan perdamaian NATO (pexels.com/Muhammed)

Saat ini, ada sekitar 4.600 pasukan perdamaian NATO yang ditugaskan di Kosovo. Pasukan inilah yang akan dikurangi secara berkala mulai tahun depan. Meski begitu, Grynkewich menegaskan akan tetap menjamin stabilitas keamanan di Kosovo. Sebab, Kosovo merupakan salah satu anggota NATO yang harus dijaga dari ancaman pihak mana pun.

“NATO dan KFOR sepenuhnya berkomitmen terhadap keselamatan dan keamanan di Kosovo dan bahwa komitmen mereka telah mengarah pada peningkatan stabilitas,” lanjut Grynkewich dilansir Euronews.

3. NATO pernah menambah 1.000 pasukan perdamaian di Kosovo pada 2023

ilustrasi pasukan NATO (pexels.com/Pixabay)

Pada 2023, NATO sebetulnya pernah menambah 1.000 pasukan perdamaian di Kosovo. Sebab, Kosovo saat itu sedang mengalami konflik internal. Penduduk mayoritas Kosovo yang merupakan etnis Serbia melakukan pemberontakan terhadap warga sipil dan pasukan NATO. 

Dilansir laman Human Right Watch, itu merupakan konflik terparah yang terjadi di Kosovo sejak mereka merdeka dari Serbia pada 2008. Namun, konflik tersebut kini sudah mereda dan situasi di Kosovo juga sudah kembali aman. Ini semua berkat bantuan pasukan perdamaian NATO yang menjamin konflik tidak kembali pecah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article