Rusia Bangun Beberapa Pangkalan Militer Besar di Perbatasan NATO

- Militer Finlandia melaporkan Rusia tengah membangun pangkalan besar di dekat perbatasan NATO dan Laut Baltik, termasuk barak yang mampu menampung hingga 80 ribu tentara.
- Mantan intelijen Finlandia menyebut Moskow berencana mengerahkan sekitar 115 ribu pasukan ke perbatasan NATO setelah perang Ukraina berakhir, memicu kekhawatiran potensi konflik baru.
- NATO memperingatkan ekspansi dan modernisasi fasilitas nuklir Rusia di Belarus dan Arktik, menandakan peningkatan kapasitas militer yang bisa memperburuk ketegangan kawasan Eropa.
Jakarta, IDN Times - Militer Finlandia, pada Kamis (11/6/2026), mengatakan bahwa Rusia sedang membangun pangkalan militer besar di dekat negara-negara NATO dan Laut Baltik. Langkah itu diduga sebagai rencana untuk memulai konflik dengan NATO.
Beberapa bulan terakhir, Finlandia dan negara-negara Baltik sudah dikejutkan masuknya drone Ukraina. Sementara, Ukraina menyebut bahwa drone tersebut masuk ke wilayah negara Baltik akibat alat perang elektronik Rusia.
1. Sebut pangkalan militer dapat tampung 80 ribu tentara Rusia

Komandan Militer Finlandia, Letnan Jenderal Pasi Valimaki, mengatakan bahwa Rusia membangun barak militer di perbatasan yang mampu menampung 80 ribu pasukan. Selain itu, Moskow juga membangun infrastruktur militer di Norwegia dan negara-negara Baltik.
Dilansir TVP World, Rusia juga terus membangun pangkalan militer di wilayah terluar Kaliningrad. Bahkan, pangkalan militer di Kaliningrad tersebut hanya berjarak 30 km dari perbatasan Polandia.
2. Rusia diduga akan kirim 115 ribu tentara ke perbatasan NATO

Mantan Intelijen Finlandia, Marko Eklund, mengungkapkan bahwa Moskow berencana menerjunkan 115 ribu tentara ke perbatasan NATO. Penerjunan akan dilakukan setelah perang di Ukraina resmi berakhir.
Eklund menyampaikan bahwa Moskow dapat mengirimkan ribuan tentara dalam jangka waktu pendek. Menurutnya, konflik berpotensi pecah di dekat Denmark dan negara-negara Baltik karena Rusia tidak mengumumkan agresi ke negara lain.
3. NATO peringatkan upaya modernisasi situs nuklir Rusia

Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte memperingatkan rencana Rusia untuk mengekspansi dan memodernisasi fasilitas nuklir di dekat perbatasan NATO. Langkah ini menyusul dugaan rencana agresi Rusia di Eropa.
Rusia diketahui sudah memperbarui fasilitas nuklir di Osipovichi, Belarus. Serta diduga sedang membangun fasilitas senjata nuklir baru di Kepulauan Novaya Zemlya di kawasan Arktik.
Sementara, peningkatan kapasitas nuklir Rusia ini didorong oleh meluasnya tren global. Sebelumnya, Stockholm International Peace Research Institute memperingatkan akselerasi senjata nuklir sudah dilakukan oleh 9 negara yang memiliki senjata nuklir.

















