Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Netanyahu dan Trump Bakal Bertemu di AS, Bahas Apa?
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Benjamin Netanyahu dan Donald Trump sepakat akan bertemu di Washington D.C. setelah melakukan panggilan telepon, namun jadwal pasti pertemuan belum diumumkan.
  • Hubungan keduanya sempat memanas akibat perbedaan pandangan soal serangan Israel ke Lebanon yang dinilai Trump mengganggu kesepakatan damai dengan Iran.
  • Meskipun sudah ada gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, pasukan Israel tetap melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon atas perintah Netanyahu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikabarkan bakal segera menggelar pertemuan di Washington D.C. dalam waktu dekat. Namun, belum diketahui secara detail kapan keduanya bakal bertemu secara langsung. 

Berdasarkan keterangan Kantor Perdana Menteri Israel pada Sabtu (4/7/2026), rencana pertemuan ini sudah disepakati Netanyahu dan Trump ketika keduanya melakukan panggilan telepon pada Jumat (3/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu juga mengucapkan selamat kepada Trump atas perayaan 250 tahun kemerdekaan Negeri Paman Sam.  

1. Hubungan Netanyahu dan Trump sempat memanas

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Kantor Perdana Menteri Israel juga tidak menjelaskan hal apa yang akan dibahas Netanyahu dan Trump dalam pertemuan di AS. Sejumlah media sudah berupaya bertanya ke Kantor Perdana Menteri Israel, tetapi belum direspons. Namun, keduanya diprediksi bakal membahas seputar perang dengan Iran. 

Rencana pertemuan Netanyahu dan Trump ini muncul usai hubungan keduanya sempat memanas selama beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu perbedaan pendapat antara Netanyahu dan Trump soal serangan ke Lebanon. Ini membuat keduanya sempat terlibat saling sindir dalam cuitan di media sosial.

2. Trump ingin Netanyahu menghentikan serangan ke Lebanon

potret wilayah Lebanon selatan yang kerap diserang Israel (commons.wikimedia.org/Bassem Fleifel)

Ketika itu, Trump ingin Netanyahu meminta Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk segera menghentikan serangan ke Lebanon selatan. Sebab, serangan IDF ke wilayah tersebut akan mengganggu kesepakatan damai antara AS dan Iran. Hal ini karena Iran tidak mau Israel terus menyerang Lebanon.

Pada awal Juni lalu, Trump pernah membentak Netanyahu dalam panggilan telepon karena dirinya terus melakukan serangan ke Lebanon. Bahkan, Trump sampai menyebut Netanyahu gila seraya bertanya apa tujuan Israel terus melakukan serangan ke Lebanon di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung. 

3. Israel masih tetap menyerang Lebanon meski sudah sepakat gencatan senjata

Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis)

Israel dan Lebanon sendiri kini sudah menyepakati perdamaian. Kesepakatan itu diraih berkat mediasi AS pada 26 Juni pekan lalu. Sayangnya, Israel masih tetap melakukan serangan ke Lebanon meski keduanya sudah setuju gencatan senjata. Sebab, Netanyahu mengatakan, dirinya akan tetap menyerang Lebanon selatan sampai milisi Hizbullah menyerah dan mau melucuti senjatanya. 

Serangan terbaru Israel ke Lebanon terjadi pada Kamis (2/7/2026). Kala itu, IDF melakukan serangan udara ke dekat sebuah rumah sakit yang ada di Kota Nabatieh Al-Fawqa, Distrik Nabatieh, Lebanon selatan. Hingga saat ini, belum ada laporan soal korban jiwa dan kerusakan imbas serangan tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article