Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran memberi ultimatum kepada Amerika Serikat dan Israel untuk jangan melakukan serangan apa pun selama upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung. Pejabat angkatan bersenjata Iran, Ali Abdollahi, mengatakan jika Washington dan Tel Aviv melakukan serangan, maka Iran akan langsung membalasnya.
Iran Ultimatum AS-Israel Jangan Lakukan Serangan di Pemakaman Khamenei

- Iran memberi ultimatum keras kepada AS dan Israel agar tidak menyerang selama upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, dengan ancaman pembalasan langsung jika terjadi agresi.
- Upacara pemakaman Khamenei berlangsung tujuh hari di Teheran hingga Al-Mashhad, sementara putranya Mojtaba absen karena alasan keamanan meski ingin memimpin doa untuk ayahnya.
- Jutaan warga Iran dan sejumlah pemimpin asing dari negara sahabat menghadiri pemakaman Khamenei, termasuk pejabat tinggi dari Pakistan, Rusia, China, India, dan beberapa negara Asia Tengah.
“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis, untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi ke negara kami,” kata Abdollahi yang menjabat sebagai Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Kamis (2/7/2026), seperti dilansir Times of Israel.
1. Upacara pemakaman Khamenei bakal digelar selama tujuh hari

Upacara pemakaman Khamenei sendiri digelar di Teheran pada Jumat (3/7/2026). Upacara pemakaman bakal dilakukan selama tujuh hari. Setelah itu, Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya, Al-Mashhad, Iran, pada Kamis (9/7/2026) pekan depan.
Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus putra mendiang Khamenei, Mojtaba Khamenei, dipastikan tidak hadir di pemakaman ayahnya. Berdasarkan keterangan perwakilan Mojtaba di India, Ayatollah Hakim Elahi, hal ini karena atasannya masih harus berlindung dari ancaman serangan AS dan Israel. Meski begitu, Mojtaba sebetulnya sangat ingin datang ke pemakaman Khamenei di Teheran.
“Saya berada di Iran minggu lalu dan saya mengunjungi beberapa teman saya yang bertemu dengannya (Mojtaba Khamenei). Mereka mengatakan, dia ingin keluar. Dia bahkan ingin memimpin orang-orang dalam salat karena kita harus berdoa di atas jenazah Ayatollah Ali Khamenei. Namun, pihak keamanan tidak mengizinkannya datang,” kata Elahi dilansir Iran International.
2. Warga Iran sudah diundang untuk menghadiri pemakaman Khamenei

Pemakaman Khamenei di Teheran dikabarkan bakal dihadiri 15 sampai 20 juta pelayat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga sudah mengundang seluruh warga Iran untuk datang ke pemakaman Khamenei. Ia juga menyerukan seluruh warga Iran untuk mendoakan sang mendiang agar tenang di alamnya.
“Saya mengajak seluruh rakyat Iran untuk menulis halaman gemilang dalam sejarah Iran Islam melalui kehadiran Anda di pemakaman ini. Seruan bangsa untuk pembalasan harus bergema di telinga seluruh dunia,” ujar Ghalibaf.
3. Pejabat asing juga ikut hadir di pemakaman Khamenei di Teheran

Selain dihadiri warga Iran, upacara pemakaman Khamenei juga turut dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara asing. Mereka merupakan pemimpin dari negara yang selama ini menjalin hubungan dekat dengan Teheran. Berikut daftarnya.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif
Presiden Tajikistan Emomali Rahmon
Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili
Eks Presiden Rusia (2008--2012) yang saat ini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev
Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China He Wei
Menteri Luar Negeri India Pabitra Margherita
dan Gubernur Negara Bagian Bihar, India, Syed Ata Hasnain.
Sebetulnya, masih ada banyak pejabat asing yang datang ke upacara pemakaman Khamenei di Teheran. Beberapa di antaranya seperti pejabat dari Turki, Azerbaijan, dan Armenia. Namun, baru pejabat di atas yang sudah diketahui daftarnya.



















