Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Obrolan dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di WEF 2020 Davos

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Diskusi IMC, WEF 2020 di Davos, Swiss (IDN Times/Uni Lubis)
1. Presiden Afghanistan memuji Islam Indonesia, yang pada dasarnya sama dengan Islam yang dikembangkan di negaranya
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Diskusi IMC, WEF 2020 di Davos, Swiss (IDN Times/Uni Lubis)
Presiden Ghani kemudian menjelaskan bahwa peran Indonesia telah membawa ulama di kawasan Timur Tengah ikut dalam upaya mendorong perdamaian itu. Termasuk ulama yang memimpin dua masjid suci bagi umat Islam, Masjidil Haram di Mekah dan Masjidil Nabawi di Madinah.
“Islam di Indonesia merepresentasikan Islam yang dikembangkan di Afghanistan selama ini. Islam yang moderat, toleran, dan merangkul peradaban sipil. Dialog yang dibangun antara Indonesia dengan ulama di kawasan timur Asia penting untuk proses deradikalisasi,” kata Presiden Gani.
2. Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan ulama untuk mendorong perdamaian di Afghanistan
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Diskusi IMC, WEF 2020 di Davos, Swiss (IDN Times/Uni Lubis)
Pada Mei 2018, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ulama dan pakar Islam dari tiga negara, yaitu Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia. Pertemuan itu dibuka oleh Presiden Joko “ Jokowi” Widodo di Istana Bogor pada tanggal 11 Mei 2018. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi tuan rumah acara yang berjudul, “Islam as Rahmatan lil Alamin: Peace and Stability in Afghanistan.”
Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, “pertemuan ini adalah bagian dari komitmen Indonesia untuk mendorong peran ulama dalam perdamaian.” Dia juga menekankan bahwa bagi Indonesia, perdamaian dan stabiitas di Afghanistan menjadi salah satu tujuan penting diplomasi RI.
Sebelum pertemuan di Bogor itu, Jokowi bertemu dengan Presiden Gani dan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan Perdana Menteri Shahid Abbasi dan mengusulkan pertemuan ulama ketiga negara. Usulan ini disambut baik.
3. Perdamaian, memberantas korupsi dan membangun ekonomi jadi prioritas Presiden Afghanistan
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Diskusi IMC, WEF 2020 di Davos, Swiss (IDN Times/Uni Lubis)
Diskusi terbatas diawali dengan canda dari pemimpin redaksi yang hadir, bahwa “menjadi presiden Afghanistan adalah pekerjaan paling berat di dunia.” Tentu dibandingkan presiden lain. Ashraf Ghani menyambut canda itu dengan tertawa. Sepanjang diskusi dia memegang sebuah tasbih panjang. Tangannya pelan-pelan memilin tasbih. Dia menjawab semua pertanyaan dalam diskusi yang berlangsung selama satu jam itu dengan terbuka.
Termasuk ketika ditanya soal klaim Perdana Menteri Pakistan Imran Khan bahwa di Pakistan sudah tidak ada lagi kelompok militan. “Kamu percaya?” Ghani balik bertanya.
Presiden AS Donald. J Trump dalam pertemuan dengan Presiden Ghani di sela-sela WEF 2020 mengatakan, “tidak akan ada negosiasi bermakna sampai Taliban secara drastis mengurangi aksi kekerasan.”
Ghani yang baru saja memenangi pemilihan presiden untuk periode kedua, dengan margin tipis, mengakui sedang dalam proses membangun legitimasi dan kepercayaan. Prioritasnya adalah mewujudkan perdamaian di negaranya, memberantas korupsi, dan membangun ekonomi.
“Afghanistan bukan negara miskin. Kami punya banyak sumber daya alam. Dan kami akan membangun energi terbarukan mulai dari angin dan panas bumi,” kata Ghani.
Dia mengutip survei di negerinya yang mengatakan 65 persen responden menganggap Afghanistan menuju arah yang benar. “Prioritas lain adalah menyiapkan generasi muda untuk transisi generasi, termasuk pemberdayaan perempuan dan pengentasan kemiskinan,” kata Ghani.
Menyinggung tema WEF 2020 dan relevansinya dengan kondisi di Afghanistan, Ghani mengatakan, “Gajah di dalam ruangan adalah (isu) lingkungan.”
Pentingnya menangani isu lingkungan bahkan dianggap lebih krusial ketimbang konflik. “Dampak dari pemanasan global sangat merugikan bagi negara-negara seperti India dan Pakistan, di mana es lapisan es yang meleleh dan suhu air laut yang meningkat telah memicu cuaca ekstrem dan banjir yang mengerikan.”
Presiden Ghani adalah bagian dari komunitas Pahstun, suku mayoritas di Afghanistan. Dia mulai memimpin negeri yang dikoyak perang itu sejak 2014, ketika 100 ribuan tentara koalisi NATO meninggalkan Afghanistan. Gara-gara itu juga, kelompok militan Taliban mulai menggerogoti pemerintahan Ghani. Mereka menganggap Ghani adalah “boneka AS”.
Sebelum menjadi presiden, Ghani menjadi Menteri keuangan di era Presiden Hamid Karzai. Ghani pernah bekerja sebagai akademisi di AS, dan di Bank Dunia.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb
Curated For You
- WEF 2020 Meluncurkan Manifesto Davos untuk Revolusi Industri 4.022 Jan 2020, 18:25 WIB
Editorial Team
EditorAnata Siregar
Related Article
TOP 5: Dana Haji Diblokir hingga Febrie Minta Penetapan Tersangka Tak Sah20 Agu 2026, 05:00 WIB
Prakiraan Cuaca BMKG di Bali 20 Agustus, Cerah Berawan20 Agu 2026, 05:00 WIB
Kabut Asap Belum Reda, Pemprov Kalbar Bidik Korporasi Pembakar Lahan20 Agu 2026, 01:00 WIB
Reza Arap Mengaku Gugup Debut Jadi Sutradara Film Harusnya Horror 19 Agu 2026, 23:19 WIB
Dari Barista Hingga Hak Cipta, Difel Café Berdaya Bersama Kemenkum Bali19 Agu 2026, 22:59 WIB
Seorang Sekretaris Lurah di Kupang Mabuk dan Aniaya Pelajar SMK19 Agu 2026, 22:41 WIB
Helikopter Dauphin Bolak-balik Evakuasi Korban Gempa Manggarai Timur19 Agu 2026, 22:38 WIB
KPK Ungkap 3 Daerah yang Coba Melobi BPK Demi Atur Hasil Audit 19 Agu 2026, 22:32 WIB
Bidik Wisatawan Medan, STB dan ASTINDO Gelar Wander Fair 202619 Agu 2026, 22:20 WIB
Pengungsi Gempa di Reok Mengaku Mengais Makanan pada Sisa Reruntuhan Rumah19 Agu 2026, 22:18 WIB
Ratusan Pengungsi di Nagekeo Terisolasi di Perbukitan tanpa Bantuan19 Agu 2026, 22:04 WIB
Muktamar ke-35 NU: 200 Becak Listrik hingga Bus Disiapkan19 Agu 2026, 22:01 WIB
Geger Dua Kubu Keraton Jelang Miyos Gamelan Sekaten 202619 Agu 2026, 21:55 WIB
Aksi di Hari Orangutan, Spanduk Raksasa Dibentang Dekat Tambang Emas19 Agu 2026, 21:43 WIB
11 Tahun Bersembunyi, Terpidana Korupsi dari Riau Ditangkap di Aceh19 Agu 2026, 21:30 WIB
Angin Kencang Terjang SD, Atap Terangkat dan Siswa Belajar Daring19 Agu 2026, 21:22 WIB
BULOG Perkuat Penanganan Gempa Flores, Stok Beras NTT Dipastikan Aman19 Agu 2026, 21:19 WIB
TNI Resmikan Kampung Papua Damai, Tegaskan Sinergi Adat dan Gereja19 Agu 2026, 21:12 WIB
Pramono Puji Keberanian Orang Madura di Balai Kota: “Lu, Gue, Berani?”19 Agu 2026, 21:05 WIB
Gempa NTT, Dua Kantor Kementerian Haji dan Umrah Rusak Parah19 Agu 2026, 21:00 WIB