Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Sebut Hubungan Bilateral dengan Jepang Perlu Diperbaiki

3 min read
China Sebut Hubungan Bilateral dengan Jepang Perlu Diperbaiki
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. (x.com/SpoxCHN_LinJian)
  • Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut hubungan Beijing-Tokyo berada dalam situasi serius dan mendesak Jepang mengoreksi sikap pemerintahnya terkait Taiwan.
  • China menilai ketegangan politik, isu sejarah, dan kebijakan pertahanan Jepang menghambat perdagangan bilateral; Beijing juga menyoroti pentingnya Jepang belajar dari masa lalu.
  • Mantan Menlu Jepang Takeshi Iwaya berjanji mendorong pemulihan hubungan, menjaga dialog, serta meminta perlindungan warga Jepang dan percepatan ekspor mineral penting dari China.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi, menegaskan bahwa hubungan bilateral China dan Jepang saat ini menghadapi situasi serius dan perlu 'dinormalisasi' kembali. Pernyataan tersebut disampaikan Wang kepada mantan Menlu Jepang, Takeshi Iwaya, dalam pertemuan di Beijing pada 28 September 2026.

Iwaya berkunjung ke Beijing sebagai Presiden Asosiasi Jepang untuk Promosi Perdagangan Internasional (JAPIT). Ia didampingi sekitar 50 orang termasuk eksekutif perusahaan. Kunjungan empat hari hingga 30 September ini awalnya dijadwalkan pada Juni lalu, tetapi terpaksa ditunda karena wafatnya mantan Menlu Yohei Kono.

  1. 1. China desak Jepang koreksi sikap soal Taiwan

    Ilustrasi bendera Taiwan. (unsplash.com/Roméo A.)
    Ilustrasi bendera Taiwan. (unsplash.com/Roméo A.)

    Dilansir The Straits Times, pertemuan tingkat tinggi ini merupakan yang pertama kalinya sejak hubungan kedua negara merenggang akibat pernyataan kontroversial Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi dalam sesi parlemen, pada November 2025 lalu. Saat itu, Takaichi mengindikasikan bahwa negaranya akan mendukung sekutunya, Amerika Serikat (AS), jika terjadi situasi darurat di Taiwan yang diklaim oleh Beijing.

    Menanggapi hal tersebut, Wang dalam pertemuannya dengan Iwaya, mendesak pemerintah Jepang agar segera mengoreksi ucapan dan perbuatan keliru pemimpinnya terkait isu Taiwan sesegera mungkin. China dengan tegas menolak pandangan bahwa Jepang berhak campur tangan dalam pertahanan pulau demokratis yang berpemerintahan sendiri tersebut.

    Beijing melancarkan kritik tajam terhadap kebijakan pertahanan pemerintahan Takaichi. Pemerintah China mengklaim bahwa Jepang mencoba menghidupkan kembali militerisme dan berusaha melanggar batasan yang ditetapkan China terkait isu Taiwan.

  2. 2. China soroti sejarah dan dampak ketegangan pada hubungan ekonomi

    Menlu China Wang Yi (kanan) saat bertemu dengan mantan Menlu Jepang, Takeshi Iwaya, yang juga menjadi Presiden Asosiasi Jepang untuk Promosi Perdagangan Internasional di Beijing pada 28 September 2026. (x.com/SpoxCHN_LinJian)
    Menlu China Wang Yi (kanan) saat bertemu dengan mantan Menlu Jepang, Takeshi Iwaya, yang juga menjadi Presiden Asosiasi Jepang untuk Promosi Perdagangan Internasional di Beijing pada 28 September 2026. (x.com/SpoxCHN_LinJian)

    Selain isu Taiwan, Wang juga menyoroti isu-isu sejarah dengan mengingatkan bahwa tahun 2026 menandai 80 tahun sejak dimulainya Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh (IMTFE), yang didirikan oleh sekutu untuk mengadili penjahat perang Jepang antara tahun 1946-1948. Ia memperingatkan bahwa jika Jepang menolak belajar dari sejarah masa lalu, menantang konstitusi pascaperang yang berhaluan damai, menyangkal sejarah agresi yang dilakukannya, atau memuliakan para penjahat perang, akan sulit bagi Jepang untuk memiliki masa depan.

    Di Beijing, Iwaya juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. He mengatakan ketegangan yang terjadi antara Beijing-Tokyo telah berdampak pada perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    "Hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral dapat kembali maju dengan mengatasi kesulitan dan kontradiksi yang timbul dari pernyataan yang keliru," ujar He, dikutip dari NHK News.

    Setelah pertemuan itu, Iwaya mengatakan kepada wartawan bahwa ia meminta pihak China untuk menjamin keselamatan warga Jepang yang tinggal di Negeri Tirai Bambu. Pihaknya juga mendesak China untuk mempercepat prosedur persetujuan ekspor unsur tanah jarang dan mineral penting lainnya.

    Iwaya berjanji akan melakukan upaya maksimal, guna memperbaiki hubungan antara kedua negara dan melakukan yang terbaik untuk menjaga agar pemerintah mereka terus berdialog. Ia mengatakan bahwa Jepang-China tampaknya semakin mendekati perbaikan situasi.

  3. 3. Jepang janji pulihkan hubungan dan lanjutkan warisan diplomasi Kono

    Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Roméo A.)
    Ilustrasi bendera Jepang. (unsplash.com/Roméo A.)

    Dalam pertemuannya dengan para pejabat China di Beijing, Iwaya mengakui bahwa kondisi hubungan kedua negara saat ini sangat mengkhawatirkan. Sebagai tanggapan atas desakan China, Iwaya berjanji untuk meneruskan warisan diplomasi mendiang Kono demi mengarahkan kembali hubungan kedua negara ke jalur yang benar.

    Kono dikenal luas atas perannya di masa lalu, termasuk ketika membacakan permintaan maaf resmi pemerintah Jepang pada 1993 atas keterlibatan militer dalam memaksa wanita penghibur, terutama dari Semenanjung Korea, bekerja di rumah bordel selama Perang Dunia II. Sikap berani Kono dalam merenungkan agresi militer tersebut membuatnya sangat dihormati di China dan negara-negara Asia lainnya.

    Menlu Wang berharap agar badan perdagangan Jepang di bawah kepemimpinan baru dapat meneruskan tradisi persahabatan tersebut. Pemerintah China menanti langkah konkret dan pilihan yang tepat dari pihak Jepang, guna meredakan ketegangan diplomatik di kawasan Asia Timur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More