Jakarta, IDN Times - Palestina menyerukan kepada perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk meninjau hubungan mereka dengan badan usaha yang tercantum dalam basis data terbaru Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Basis data tersebut mencakup entitas bisnis yang terlibat dalam kegiatan terkait pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina.
Seruan tersebut disampaikan oleh Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB di Jenewa, Ibrahim Khraishi, di hadapan Dewan HAM PBB pada Selasa (29/9/2026). Khraishi menyambut pembaruan data yang memuat 214 perusahaan tersebut dan meminta peninjauan kerja sama dilakukan oleh pihak-pihak yang bermitra.
