Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Tolak Visa Pejabat Amerika Latin yang Diduga Selundupkan Narkoba

2 min read
AS Tolak Visa Pejabat Amerika Latin yang Diduga Selundupkan Narkoba
Paspor Amerika Serikat. (unsplash.com/jontyson)
  • AS membatasi visa pejabat dari Kolombia, Bolivia, Ekuador, dan Peru yang diduga terlibat penyelundupan narkoba serta korupsi, sebagai bagian penegakan demokrasi.
  • Sebanyak 27 pejabat dan keluarga mereka terdampak penolakan visa; mayoritas berasal dari Bolivia, termasuk Jaksa Agung Roger Mariaca yang diduga menerima suap.
  • Bolivia meminta data resmi AS terkait tuduhan terhadap Mariaca, sementara Presiden Senat Diego Avila mendesak klarifikasi dan pertanggungjawaban atas dugaan keterlibatan penyelundupan narkoba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), menetapkan pembatasan visa kepada sejumlah pejabat negara-negara Amerika Latin, seperti Kolombia, Bolivia, Ekuador, dan Peru pada Selasa (29/9/2026). Kebijakan ini didasarkan atas dugaan terlibat penyelundupan narkoba dan korupsi. 

Setahun terakhir, AS terus mendorong pemberantasan penyelundupan narkoba di Amerika Latin. Washington juga sudah mendirikan Shield of the Americas sebagai upaya melawan penyelundupan narkoba di Benua Amerika. 

  1. 1. Sebut sosok terduga korupsi dan terlibat penyelundupan tidak dapat bebas masuk AS

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

    Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa pembatasan visa kepada pejabat asal keempat negara Amerika Latin ini sebagai komitmen besar negaranya. Pihaknya menyebut tindakan ini sudah tepat untuk menegakkan demokrasi di Amerika Latin.

    “Di bawah pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, pejabat korup dari luar negeri tidak dapat lagi secara bebas masuk ke Amerika Serikat,” terangnya, dikutip dari The Hill.

    Kebijakan ini ditetapkan menyusul aturan baru mengenai pejabat asing yang merusak demokrasi. Selain itu, pengetatan kepada pejabat pemerintahan yang terpilih dari korupsi dan memperbolehkan penyelundupan narkoba. 

  2. 2. Sebanyak 27 pejabat Amerika Latin terdampak

    ilustrasi bendera Bolivia
    ilustrasi bendera Bolivia (unsplash.com/mlshajder)

    Sesuai kebijakan baru ini, pengajuan visa dari 27 pejabat pemerintahan di empat negara Amerika Latin beserta keluarganya ditolak. Mayoritas pejabat pemerintahan yang ditolak berasal dari Bolivia. 

    Dilansir UPI, sebanyak 21  pejabat pemerintahan Bolivia terdampak dan 12 di antaranya sudah ditolak visanya, termasuk Jaksa Agung Bolivia, Roger Mariaca dan keluarganya. Ia diduga menerima suap untuk membantu penyelundupan narkoba. 

    Selain itu, terdapat 2 pejabat Kolombia, 2 pejabat Ekuador, dan 1 hakim di Peru yang menjadi target. Dengan ketetapan ini, mereka tidak diperbolehkan masuk ke teritori AS. 

  3. 3. Bolivia minta klarifikasi AS soal tuduhan kepada Mariaca

    ilustrasi bendera Bolivia
    ilustrasi bendera Bolivia (Pexels/Mac Camacho)

    Menanggapi tuduhan kepada Mariaca, Bolivia meminta keterangan dan data resmi dari AS. Menurutnya, tuduhan ini cukup serius dan harus diselesaikan karena berdampak pada sanksi kepada sejumlah pejabat pemerintahan Bolivia. 

    Dilansir Democrata, Mariaca mengaku terkejut mendengar putusan penolakan visanya dari otoritas AS. Di sisi lain, Presiden Senat Bolivia, Diego Avila mendorong agar Mariaca diturunkan dan memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas dugaan keterlibatannya dalam penyelundupan narkoba. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More