ilustrasi ruang pertemuan pejabat tinggi negara (pexels.com/Jan van der Wolf)
Berdasarkan keterangan kepresidenan Mesir, el-Sisi bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres di Kairo untuk membahas langkah pencegahan eskalasi konflik. Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty juga menyampaikan bahwa pemerintah Mesir tetap memprioritaskan penyelesaian diplomatik, terlebih Arab Saudi merupakan salah satu penyokong keuangan utama Kairo yang telah menyalurkan bantuan miliaran dolar sejak el-Sisi berkuasa pada 2013.
El-Sisi menanggapi spekulasi mengenai kemungkinan Mesir terlibat dalam serangan ke Yaman dengan menyampaikan keberatannya terhadap pembicaraan tersebut.
“Saya telah mendengar banyak pembicaraan yang menunjukkan bahwa kami sedang bersiap untuk melancarkan serangan ke Yaman, atau sesuatu yang berkenaan dengan itu,” ujar el-Sisi, dikutip ABC News.
Proses pemungutan suara di parlemen sempat tertunda karena muncul kekhawatiran dari masyarakat. Sementara itu, 11 anggota blok oposisi Egyptian Social Democratic Party memilih abstain karena menilai informasi mengenai tujuan, cakupan, durasi, dan biaya operasi belum dijelaskan secara memadai.
Melalui unggahan di platform X, Guterres menyerukan agar semua pihak menahan diri semaksimal mungkin demi mencegah konflik meluas.