"Soliditas itu juga menjadi momentum untuk mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah," ungkap Nas dalam keterangan tertulis pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Panglima TNI-Kapolri Jadi Warga Kehormatan Korpasgat, Raih 3 Brevet

- Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Suyudi Ario Seto diangkat sebagai warga kehormatan Korpasgat di Bandung, menerima baret, pisau komando, serta tiga brevet.
- Gelar serupa juga diberikan kepada Wakil Panglima TNI, KSAD, dan KSAL sebagai penghormatan yang menegaskan soliditas serta sinergi TNI-Polri.
- Korpasgat menampilkan demonstrasi Airborne Raid dengan wingsuit, free fall, drone, dan eksfiltrasi helikopter, memperlihatkan kemampuan operasi khusus pasukan TNI AU.
Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menjadi warga kehormatan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) di Mako Korpasgat, Bandung, Senin (26/10/2026). Seremoni pengangkatan warga kehormatan itu ditandai dengan pemakaian baret Korpasgat, penyerahan pisau komando Korpasgat dan penyematan tiga brevet sekaligus, yakni brevet komando, brevet terjun bebas tempur (TBT), serta brevet antiteror lawan bajak udara (Albara).
Agus sempat membuat pesan tertulis kepada para personel Korpasgat TNI AU yang berisi motivasi. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu meminta prajurit Korpasgat untuk tetap menjaga keutuhan Indonesia dan meningkatkan profesionalisme.
"Pertahankan NKRI tanpa mengenal lelah, saya bangga kepadamu prajurit Korpasgat. Latih terus dirimu, agar kalian menjadi prajurit profesional. Komando!" demikian isi pesan Agus yang ditulis tangan sendiri.
Selain Agus dan Suyudi, gelar warga kehormatan Korpasgat turut diberikan kepada Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
1. Pemberian gelar warga kehormatan untuk soliditas TNI-Polri

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menjadi warga kehormatan Korps Pasukan Gerak Cepat di Mako Korpasgat. (Dok. Puspen TNI) Sementara, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Feri Yunaldi mengatakan pengangkatan warga kehormatan Korpasgat menjadi bentuk penghormatan, sekaligus simbol eratnya hubungan antarlembaga.
"Soliditas dan sinergi TNI-Polri diharapkan terus terjaga untuk memperkuat koordinasi serta kerja sama, dalam mendukung pelaksanaan tugas serta pengabdian kepada bangsa serta negara," ungkap Feri.
Sebelumnya, Kapolri Suyudi sudah berkunjung ke Mabes TNI Cilangkap pada 19 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi kedatangannya yang perdana usai dilantik sebagai Kapolri.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Mohammad Nas mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
2. Prajurit Korpasgat tampilkan demo Airborne Raid

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menjadi warga kehormatan Korps Pasukan Gerak Cepat di Mako Korpasgat. (Dokumentasi Puspen TNI) Pada kesempatan itu, prajurit Korpasgat menampilkan kemampuan operasi khusus melalui demonstrasi Airborne Raid. Aksi itu memperlihatkan infiltrasi menggunakan wingsuit dan free fall. Selain itu ada pula aksi paramotor, pemanfaatan drone surveillance, paratrike dan drone kamikaze.
"Prajurit Korpasgat juga melakukan eksfiltrasi dengan metode Airborne Tactical Extraction Platform yang melibatkan Helikopter NAS-332 Super Puma," kata Feri.
Berbagai manuver tersebut menggambarkan kemampuan prajurit dalam memadukan taktik, teknologi, dan mobilitas saat melaksanakan operasi.
3. Korpasgat merupakan pasukan khusus TNI sebagai pasukan pemukul

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menjadi warga kehormatan Korps Pasukan Gerak Cepat di Mako Korpasgat. (Dokumentasi Puspen TNI) Mengutip situs resmi Korpasgat, korps pasukan ini merupakan pasukan khusus dari TNI AU yang siap diterjunkan di segala medan, baik hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut untuk menumpas semua musuh.
Yang membedakan adalah Korpasgat mempunyai ciri khas tugas tambahan yang tidak dimiliki pasukan lain, yaitu operasi pembentukan dan pengoperasian pangkalan udara (OP3U), yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.
Korpasgat juga bertugas membina kekuatan dan kemampuan satuan. Pasgat sebagai pasukan matra udara selalu siap operasional dalam melaksanakan segala misi operasi militer perang maupun non-militer selain perang, perebutan sasaran, pertahanan objek strategis angkatan udara, pertahanan udara, operasi khusus dan khas matra udara dalam operasi militer atas kebijakan Panglima TNI.























