Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mesir Siap Bela Arab Saudi, tapi Ogah Serang Houthi di Yaman

3 min read
Mesir Siap Bela Arab Saudi, tapi Ogah Serang Houthi di Yaman
potret Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi (commons.wikimedia.org/Hildenbrand)
  • Mesir siap membantu Arab Saudi mempertahankan wilayahnya dari serangan Houthi maupun negara lain, tetapi menolak terlibat operasi militer menyerang Houthi di Yaman.
  • Bantuan militer Mesir akan bergantung pada permintaan dan arahan Riyadh, serta masih menunggu pembahasan parlemen yang dijadwalkan ulang pada 26 Oktober 2026.
  • Arab Saudi menolak tawaran bantuan militer Israel untuk melawan Houthi, meski Riyadh membutuhkan dukungan menghadapi serangan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Mesir mengatakan siap untuk membantu Arab Saudi bertahan dari serangan Houthi. Namun, Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi, pada Rabu (21/10/2026), mengatakan, pihaknya tidak akan terlibat operasi militer untuk menyerang Houthi di Yaman. Sebab, Kairo hanya akan memberi bantuan militer untuk mempertahankan wilayah Riyadh dari serangan milisi tersebut. 

Dilansir The New Arab, hal ini juga sudah disampaikan ke Arab Saudi saat Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty dan Kepala Badan Intelijen Mesir, Hassan Rashad berkunjung ke Riyadh belum lama ini. Dalam kunjungan tersebut, keduanya bertemu dan berdiskusi langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, soal bantuan militer Mesir untuk memerangi Houthi.

  1. 1. Mesir juga akan menjaga wilayah Arab Saudi dari serangan negara lain

    Sebuah jembatan di Kota Riyadh, Arab Saudi.
    potret Kota Riyadh, Arab Saudi (pexels.com/Fahad Puthawala)

    Selain dari Houthi, Al-Sisi mengatakan bahwa Mesir juga akan membantu menjaga wilayah Arab Saudi dari serangan negara lain di Timur Tengah jika memang diperlukan. Ini merupakan bentuk solidaritas Mesir ke Arab Saudi yang sudah menjalin hubungan erat sejak lama. 

    Kendati demikian, Al-Sisi menjelaskan bahwa bantuan militer apa pun dari negaranya tidak akan melampaui wilayah Arab Saudi yang keamanan dan stabilitasnya ingin dilindungi oleh Mesir. Sebab, bantuan militer dari Kairo diberikan berdasarkan permintaan dan arahan dari Riyadh.  

  2. 2. Bantuan militer Mesir ke Arab Saudi masih akan dibahas di parlemen

    Kursi-kursi parlemen.
    ilustrasi parlemen (unsplash.com/Joakim Honkasalo)

    Sebetulnya, bantuan militer untuk Arab Saudi masih akan dibahas lebih lanjut di parlemen Mesir. Langkah ini dilakukan untuk mendengar pendapat parlemen soal rencana tersebut. Sebab, bantuan ini sebetulnya akan menempatkan Kairo di posisi yang berbahaya karena mereka akan ikut berpotensi diserang oleh Houthi. 

    Awalnya, rapat parlemen Mesir untuk membahas bantuan militer ke Arab Saudi dijadwalkan digelar pada pekan ini. Namun, parlemen Mesir memutuskan untuk mengundur rapat tersebut ke Senin (26/10/2026) pekan depan. Namun, parlemen Mesir tidak menjelaskan mengapa rapat tersebut perlu diundur ke pekan depan. 

  3. 3. Israel juga bersedia membantu Arab Saudi memerangi Houthi

    IDF sedang bertugas di lapangan.
    potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

    Arab Saudi sebetulnya juga mendapat tawaran bantuan militer dari Israel untuk memerangi Houthi. Sebab, Riyadh saat ini memang membutuhkan bantuan dari negara tetangga untuk menangkal serangan bertubi-tubi dari Houthi yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Namun, Riyadh menolak mentah-mentah tawaran dari Tel Aviv. 

    Pangeran Mohammed bin Salman disebut tidak tertarik menerima asistensi militer dari Israel untuk memerangi Houthi. Sebab, hal tersebut pasti akan menuai reaksi negatif dari seluruh warga Arab Saudi. Ini karena seluruh warga Arab Saudi tidak suka kepada Israel karena mereka terus melakukan agresi militer di Gaza, Palestina. Terlebih, Arab Saudi juga merupakan salah satu negara yang paling vokal di forum internasional untuk menentang agresi Israel di negara tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More