Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasukan Israel Tangkap Sedikitnya 20 Warga Palestina di Tepi Barat
bendera Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)
  • Pasukan Israel menangkap sedikitnya 23 warga Palestina, termasuk dua anak, dalam penggerebekan dini hari di tujuh kegubernuran Tepi Barat yang diduduki.
  • Operasi mencakup penggeledahan rumah, permukiman, kamp pengungsian, dan fasilitas industri di Jenin, Tulkarem, Nablus, Qalqilya, Hebron, Bethlehem, serta Ramallah.
  • Penggerebekan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur meningkat sejak perang Gaza Oktober 2023; pejabat Palestina dan kelompok HAM melaporkan penangkapan massal, pengusiran, penghancuran rumah, serta perluasan permukiman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel menangkap sedikitnya 23 warga Palestina, termasuk dua anak, dalam serangkaian penggerebekan di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (9/9/2026) dini hari waktu setempat. Operasi penangkapan tersebut menyasar sejumlah permukiman warga serta kamp pengungsian di berbagai wilayah.

Operasi penggeledahan dan penahanan warga awalnya dilaporkan menyasar lima kegubernuran. Namun, rincian laporan tambahan dari kantor berita Saba menunjukkan bahwa jangkauan penggerebekan dan penangkapan meluas hingga ke tujuh wilayah kegubernuran di Tepi Barat.

1. Penggerebekan di wilayah utara Tepi Barat

pemandangan udara kota Qalqilya, Tepi Barat (pexels.com/abu adel)

Dilansir TRT World, di Kegubernuran Jenin, pasukan Israel menangkap tujuh warga Palestina yang meliputi dua anak saat fajar. Pasukan menyerbu Desa Zububa di barat Jenin, menggeledah rumah, serta menahan seorang ayah dan putranya, pasangan ayah dan anak lainnya, serta seorang pria. Selain itu, tentara menahan seorang pemuda di Al-Silat al-Harithiya. Pasukan juga menggeledah kompleks perumahan mahasiswa Al-Zaytouna di dekat Arab American University, meski tidak ada penangkapan yang dilaporkan.

Sementara di Kegubernuran Tulkarem, enam warga ditangkap setelah rumah mereka digeledah. Seorang pemuda berstatus pengungsi dari kamp Tulkarem ditangkap di kediamannya di Anabta. Pasukan turut menahan dua warga bersaudara di Kota Tulkarem, satu warga di Dhinnaba, serta dua orang di Deir al-Ghusun.

Operasi di wilayah utara berlanjut ke Nablus dan Qalqilya. Di Nablus, tentara menahan seorang pemuda dari perumahan Rujeib, seorang warga di Ein Kakub, dan satu orang lainnya di Desa Tell. Sedangkan di Kota Azzun, timur Qalqilya, pasukan menangkap seorang pemuda dari dalam fasilitas industri dan seorang warga dari rumah dekat Masjid Al-Fath al-Mubin.

2. Penahanan di wilayah tengah dan selatan

Polisi Israel (Israel Police, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Operasi militer di kawasan selatan menyasar Kegubernuran Hebron dan Bethlehem. Pasukan Israel menahan dua warga setelah menggeledah permukiman di Kota Hebron dan kamp pengungsi Al-Fawwar. Di Bethlehem, dua pemuda ditangkap masing-masing dari kamp pengungsian Aida di bagian utara dan kamp Dheisheh di bagian selatan.

Di wilayah tengah, tepatnya di Birzeit, utara Ramallah, militer Israel menangkap kembali seorang mantan tahanan yang sebelumnya telah dibebaskan melalui kesepakatan pertukaran tahanan Tufan al-Ahrar. Penahanan dilakukan setelah tentara menyerbu dan memeriksa tempat tinggalnya.

3. Eskalasi operasi militer di Tepi Barat

Militer Israel lakukan penempatan ulang di kompleks Masjid Al-Aqsa. (Stop The Wall from Palestine, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Militer Israel terus mengintensifkan operasi penggerebekan di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Lonjakan aksi penggerebekan ini berlangsung sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Pasukan berulang kali mendatangi berbagai kota serta kamp pengungsian untuk melakukan penggeledahan.

Pejabat Palestina dan kelompok hak asasi manusia mencatat berbagai dampak dari rangkaian penyerbuan tersebut. Mereka melaporkan adanya pembunuhan, penangkapan massal, pengusiran paksa, serta penghancuran rumah warga. Selain itu, perluasan permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan juga dilaporkan terus terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article