Jakarta, IDN Times - Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan, sedikitnya 600 ribu warga Palestina di Tepi Barat dapat terjerumus ke dalam kerawanan pangan akibat meningkatnya serangan di wilayah pendudukan tersebut. Jumlah ini naik dari 352 ribu orang pada awal 2023.
Menurut laporan OCHA yang dirilis pada Kamis (17/10/2024), hal ini disebabkan oleh memburuknya situasi keamanan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk meningkatnya serangan besar-besaran Israel dan pembatasan pergerakan.
Selain itu, pencabutan izin kerja bagi 160 ribu warga Palestina yang bekerja di Israel juga turut berkontribusi terhadap ketidakamanan pangan, karena banyak keluarga kehilangan sumber pendapatan.
