PBB Sebut Bantuan ke Kuba Tertunda imbas Blokade AS

- PBB melaporkan hampir 20 ribu ton makanan di Kuba tertahan akibat kekurangan BBM yang dipicu blokade AS, memperparah krisis energi dan ekonomi negara tersebut.
- UNESCO memperingatkan krisis energi di Kuba mengancam sektor pendidikan karena guru dan murid kesulitan hadir di kelas, membahayakan masa depan generasi muda.
- Kepala Komando Selatan AS bertemu dengan pejabat militer Kuba di Guantanamo untuk membahas operasi keamanan, dan kedua pihak menyatakan pertemuan berlangsung positif.
Jakarta, IDN Times - PBB mengungkapkan bahwa sebanyak hampir 20 ribu ton makanan di Kuba tidak dapat didistribusikan. Sebab, kurangnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kuba akibat dari blokade Amerika Serikat (AS).
Tantangan logistik ini bersamaan dengan kebijakan tekanan maksimum dari AS kepada Kuba dalam beberapa bulan terakhir. Alhasil, negara Karibia tersebut mengalami krisis energi, ekonomi, dan sosial parah.
1. WFP kesulitan dalam mengirimkan ke warga Kuba

Badan PBB, World Food Program (WFP) mengatakan, terdapat 11 ribu ton bantuan makanan terjebak di pelabuhan Kuba. Sedangkan 8 ribu ton lainnya sudah didistribusikan ke seluruh negeri meski sempat kesulitan dalam pengiriman.
PBB juga menyebut bahwa Kuba belum menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah kelangkaan BBM. Havana belum mampu mendapatkan 5 juta pasokan solar yang dibutuhkan untuk melancarkan proses distribusi dalam setahun.
2. UNESCO peringatkan pendidikan Kuba terancam imbas krisis energi

Kepala UNESCO di Havana, Anne Lemaistre mengatakan bahwa pendidikan di Kuba mengalami masalah besar imbas krisis energi. Alhasil, terdapat risiko besar yang dapat membahayakan masa depan seluruh generasi di Kuba.
“Pendidikan di Kuba terancam karena krisis energi. Ini menyulitkan guru dan murid untuk hadir di kelas dan belajar secara efektif dan menikmati norma sosial dengan temannya,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Selasa (2/6/2026).
Lemaistre menyebut, situasi ini berbahaya bagi masa depan generasi di Kuba dan ada dampak jangka panjang. Ia menekankan bahwa masa depan anak-anak di Kuba harus dilindungi oleh semua pihak.
3. Kepala Komando Selatan AS bertemu dengan petinggi militer Kuba

Pekan lalu, Kepala Komando Selatan AS, Francis L. Donovan sudah mengadakan pertemuan dengan Kepala Staf Jenderal Kuba, Roberto Legra Sotolongo di Guantanamo. Pertemuan ini disebut membahas mengenai operasi keamanan.
Sementara itu, Kementerian Angkatan Bersenjata Kuba mengonfirmasi pertemuan dengan AS tersebut. Pihaknya menyebut bahwa pertemuan tersebut atas persetujuan dari kedua belah pihak dan berjalan dengan baik serta positif.

















