ilustrasi bendera Korea Selatan (pixabay.com/KINNYtv)
Pemerintah Korsel mengumumkan serangkaian kebijakan pada Oktober 2026 untuk menurunkan tingkat bunuh diri remaja hingga separuhnya, dari delapan kematian per 100 ribu penduduk pada 2024 menjadi 4,2 per 100 ribu penduduk pada 2035.
Kementerian Pendidikan akan menambah jumlah tim kesehatan mental darurat yang mengunjungi sekolah, dari 56 tim pada 2025 menjadi 100 tim pada 2030. Pemerintah juga meningkatkan anggaran program voucer kesehatan mental bagi siswa, dari 8 miliar won (setara Rp108,48 miliar) menjadi 10 miliar won (setara Rp135,60 miliar) pada 2026. Program tersebut mencakup layanan konseling dan perawatan medis.
Kepala Riset Kebijakan Yayasan Korea untuk Pencegahan Bunuh Diri (KFSP) Kwon Se Won menilai bahwa program kesehatan mental di sekolah perlu menjangkau siswa sebelum mereka mengalami krisis. Menurutnya, sekolah juga perlu menyediakan waktu bagi seluruh siswa untuk menjaga kesehatan mental dan membangun ketahanan emosional, seiring tekanan sosial yang mereka hadapi di dunia nyata maupun dunia maya.
Depresi bukanlah persoalan sepele. Bila kamu merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444.
Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.Kamu juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri, lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa.
Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa. Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon 021-06969293 atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.