Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kasus Pertama Ebola di Nigeria Tandai Penyebaran ke Afrika Barat

3 min read
Kasus Pertama Ebola di Nigeria Tandai Penyebaran ke Afrika Barat
Relawan pekerja medis Ebola. (Photo by Maj. Francis Obuseh, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Nigeria mengonfirmasi kasus Ebola pertama di Abuja pada seorang wanita yang tiba dari Uganda; otoritas melacak 44 kontak dekat serta penumpang seperjalanan.
  • Kasus ini menjadikan Nigeria negara Afrika Barat pertama yang terkait krisis Ebola dari Kongo, mendorong penguatan respons lintas batas dan kesiapsiagaan nasional.
  • Nigeria memperketat pengawasan, deteksi dini, isolasi, diagnosis, pelacakan kontak, serta perlindungan tenaga kesehatan terhadap Ebola Bundibugyo yang menular melalui cairan tubuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan Nigeria mengonfirmasi kasus Ebola pertama di ibu kota Abuja, setelah seorang wanita yang tiba dari Uganda dinyatakan positif mengidap virus tersebut. Wanita itu mulai menunjukkan gejala pada 7 Oktober dan sempat dirawat selama empat hari di sebuah rumah sakit di Abuja sebelum didiagnosis menderita Ebola.

Menteri Kesehatan, Muhammad Pate, mengatakan bahwa pihaknya telah mulai melacak 44 orang yang diidentifikasi sebagai kontak dekat wanita tersebut, termasuk di antaranya suami dan seorang warga negara Swiss yang tinggal bersamanya. Otoritas setempat juga melacak penumpang lain yang bepergian bersamanya dari Uganda ke Nigeria, mengutip Al Jazeera.

Pada 2014, kasus Ebola pertama di Nigeria yang terdeteksi di Lagos sempat memicu kekhawatiran akan penyebaran virus yang cepat. Namun, wabah tersebut berhasil dikendalikan dalam waktu tiga bulan, dengan total 20 orang terinfeksi dan delapan kematian.

  1. 1. Nigeria menjadi negara Afrika Barat pertama yang laporkan kasus Ebola

    ilustrasi peta negara-negara Afrika
    ilustrasi peta negara-negara Afrika (pexels.com/Lara Jameson)

    Nigeria merupakan negara Afrika Barat pertama yang melaporkan kasus terkait krisis Ebola yang berasal dari Kongo tersebut. Sebelumnya, terdapat Kenya yang mengonfirmasi kasus pertamanya awal bulan ini dan telah mencatat sembilan infeksi. Sementara itu, Uganda yang sebelumnya juga melaporkan kasus Ebola telah menyatakan bebas dari virus tersebut.

    Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, Jean Kaseya, mengatakan bahwa wabah Ebola bukan lagi perjuangan oleh satu negara saja. Kasnya akan bertemu dengan para menteri kesehatan negara-negara Afrika pekan depan untuk memperkuat respons lintas batas serta meninjau kapasitas rumah sakit, dilansir The Guardian.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan Uganda mengatakan bahwa wanita di Nigeria itu hanya melakukan transit di negaranya setelah melakukan perjalanan bisnis ke wilayah timur Kongo. Pihaknya menyebut bahwa lokasi terkait paparan virus masih dalam penyelidikan, seraya menegaskan bahwa Uganda tidak memiliki kasus Ebola aktif yang terkonfirmasi.

  2. 2. Nigeria tingkatkan pencegahan Ebola usai Kenya laporkan kasus pertama

    Ebola Nigeria
    Sesi pelatihan mengenai pengendalian infeksi Ebola di Lagos, Nigeria. (CDC Global, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria mengatakan bahwa selama dua pekan lalu pihaknya telah meningkatkan pengawasan menyusul ditemukannya kasus Ebola di Kenya. Pihaknya juga memperkuat kesiapsiagaan negara tersebut dalam menghadapi kemungkinan wabah.

    Badan tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah upaya difokuskan pada deteksi dini, isolasi dan rujukan, diagnosis laboratorium, pencegahan dan pengendalian infeksi, pelacakan kontak, komunikasi risiko, serta perlindungan bagi tenaga kesehatan. Nigeria juga telah membentuk gugus tugas Ebola pada Juni lalu, setelah wabah muncul di Kongo pada pertengahan Mei.

    Penyebaran Ebola ke luar wilayah Kongo telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan otoritas kesehatan mengenai penularan cepat virus Bundibugyo yang langka. Virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 9.500 orang dan menyebabkan lebih dari 4.600 kematian, dikutip dari BBC.

  3. 3. Ebola merupakan penyakit langka yang mematikan

    ilustrasi virus (unsplash.com/Fusion Medical Animation)
    ilustrasi virus (unsplash.com/Fusion Medical Animation)

    Ebola merupakan penyakit langka dan mematikan yang disebabkan oleh virus. Seiring berkembangnya penyakit tersebut, penderita akan mengalami muntah dan diare, yang dapat berujung pada kegagalan organ. Beberapa pasien juga dilaporkan mengalami pendarahan di bagian dalam maupun luar tubuh.

    Penyakit tersebut menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah atau muntahan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Ebola spesies Bundibugyo yang tergolong langka. Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui, meskipun berbagai uji coba sedang dilakukan.

    Masa inkubasi Ebola berkisar antara 2 hingga 21 hari, yang berarti seseorang yang terpapar virus mungkin tidak langsung jatuh sakit selama beberapa minggu. Menteri Kesehatan Nigeria mengonfirmasi bahwa wanita tersebut tidak menunjukkan gejala apa pun saat tiba di Nigeria, dan menyatakan bahwa pasien tersebut tidak mengonfirmasi riwayat perjalanannya ke Kongo.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More