Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemerintah Rusia Rilis Daftar Negara yang Menentang Mereka

Pemerintah Rusia Rilis Daftar Negara yang Menentang Mereka
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Twitter.com/KremlinRussia_E)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia mengeluarkan daftar negara dan kawasan yang memutuskan untuk tidak memihak mereka, termasuk juga yang menentang perusahaan dan warga Rusia.

Berdasarkan keterangan TASS, sejumlah daftar negara dan kawasan tersebut telah disetujui Pemerintah Rusia pada Senin (7/3/2022) waktu setempat.

  1. 1. Daftar negara yang menentang Rusia

    Patung Liberty Amerika Serikat (IDN Times/Panji Galih Aksoro)
    Patung Liberty Amerika Serikat (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

    Setidaknya ada lebih dari 10 negara dan kawasan yang menentang Rusia dan masuk dalam daftar resmi Pemerintah Rusia. Berikut daftarnya:

    1. Amerika Serikat (AS)
    2. Kanada
    3. Negara-negara Uni Eropa
    4. Kerajaan Inggris (termasuk Jersey, Anguilla, Kepulauan British Virgin, dan Gibraltar)
    5. Ukraina
    6. Montenegro
    7. Swiss
    8. Albania
    9. Andorra
    10. Islandia
    11. Liechtenstein
    12. Monaco
    13. Norwegia
    14. San Marino
    15. Makedonia Utara
    16. Jepang
    17. Korea Selatan
    18. Australia
    19. Micronesia
    20. Selandia Baru
    21. Singapura
    22. Taiwan
  2. 2. Mereka dianggap terlibat dalam pemberian sanksi kepada Rusia

    Bendera Uni Eropa dan beberapa bendera anggota dari Uni Eropa. (Pixabay.com/Dusan_Cvetanovic)
    Bendera Uni Eropa dan beberapa bendera anggota dari Uni Eropa. (Pixabay.com/Dusan_Cvetanovic)

    Adapun daftar negara dan kawasan di atas dianggap Pemerintah Rusia dengan telah sengaja menginisiasi sekaligus bergabung dalam rencana pemberian sanksi kepada Rusia.

    Negara Barat dan Uni Eropa memang berencana menjatuhkan sanksi kepada Rusia yang telah menempatkan sejumlah pasukan militernya di Ukraina sejak lebih dari sepekan yang lalu.

    Salah sanksi yang coba dikenakan kepada Rusia adalah larangan impor minyak dan telah membuat harga minyak mentah dunia kini melonjak sangat tinggi.

  3. 3. Semua pihak dari Rusia yang berutang dalam mata uang asing akan membayar menggunakan rubel

    ilustrasi mata uang rusia rubel (Pixabay.com/Evgeny)
    ilustrasi mata uang rusia rubel (Pixabay.com/Evgeny)

    Berdasarkan keputusan tersebut, Pemerintah Rusia menyatakan, penduduk Rusia, badan usaha Rusia, dan pemerintahan kota di Rusia yang memiliki utang dalam bentuk mata uang asing dari daftar negara tak bersahabat akan bisa membayarnya dalam rubel.

    Prosedur sementara yang berlaku untuk pembayaran tersebut adalah dengan nominal lebih dari 10 juta rubel per bulan atau jumlah yang sama dalam mata uang asing.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More