Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan 500 rudal pencegat Patriot PAC-3 ke Ukraina senilai 2,1 miliar dolar AS (setara Rp38 triliun) pada Jumat (30/10/2026). Langkah ini dinilai menjadi salah satu pasokan senjata bertahan paling signifikan ke Kyiv sejak pemerintahan kedua Presiden AS Donald Trump.
Pembelian tersebut tidak memakai dana dari AS. Australian Broadcasting Corporation News melaporkan bahwa Ukraina membayarnya lewat donasi Kanada, Jerman, dan Norwegia melalui program Pentagon bernama US JUMPSTART, ditambah dana dari Pinjaman Dukungan Ukraina Uni Eropa. Program itu sebelumnya dipakai pada Agustus untuk membeli 3.350 rudal jelajah udara senilai 825 juta dolar AS (setara Rp14,9 triliun) buatan Zone 5 Technologies dan CoAspire.
